Mirip Seperti di Timur Tengah, Azyumardi Azra Bersyukur Kericuhan Bisa Ditangani

Cendikiawan Muslim, Azyumardi Azra, memberikan tanggapan terkait aksi yang berujung kericuhan di Jakarta

Mirip Seperti di Timur Tengah, Azyumardi Azra Bersyukur Kericuhan Bisa Ditangani
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Cendikiawan Muslim, Azyumardi Azra, di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Cendikiawan Muslim, Azyumardi Azra, memberikan tanggapan terkait aksi yang berujung kericuhan di Jakarta pasca penetapan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 dua hari lalu.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, kericuhan itu sudah mneyebabkan beberapa nyawa melayang dan ratusan orang luka-luka.

Terlebih tidak sedikit fasilitas umum dan barang milik pribadi yang hancur.

Adixi Lenzivio Merapat ke Persija, Penjaga Gawang Ini Harus Rela Terbuang ke Badak Lampung FC

Sudin LH Jakbar Angkut 24 Ton Sampah Sisa Aksi 22 Mei di Palmerah

Pengelola Tol JORR Gelar Apel Pasukan Persiapan Arus Mudik Lebaran 2019

Azyumardi menyesalkan jika kericuhan tersebut merupakan hasil rancangan sesaorang yang menjadi aktor intelektualnya.

"Jadi memang saya kira kalau kericuhan kerusuhan di Petamburan itukan perusuh bayaran. Kita sesalkan itu kalau ada orang-orang yang menjadi otaknya dan membiayainya," ujar Azyumardi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (23/5/2019).

Mantan rektor UIN Jakarta itu mengiyakan saay ditanya terkait kesamaan pola kerusuhan yang terjadi Jakarta dengan yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah seperti Iraq dan Syiria.

Seperti diketahui, kerusuhan di dua negara itu terjadi saat pergantian kekuasaan.

Namun Azyumardi bersyukur kericuhan bisa ditangani aparat keamanan, TNI dan Polri.

"Iya memang, itu kalau tidak ditangkal aparat keamanan, polisi dan tentara bisa meluas ke mana-mana. Tapi kita bersyukur enggak terjadi, bisa ditangani," ujarnya.

Namun ia sangsi jika kerusuhan itu ditunggangi pihak asing. Azyumardi menduga dalang dibalik kerusuhan di Jakarta adalah orang Indonesia juga yang memiliki kepentingan politik.

"Saya kira sih kalau asing enggak. Itu orang Indonesia sendiri yang punya kepentingan tertentu, terutama kepentingan politik. Itulah yang saya kira kemudian menggunakan preman-preman ini dan preman-preman ini bayaran perusuh dan inilah yang membikin kacau."

"Tapi kan sudah ditangani Polisi dan TNI secara baik, saya kira baguslah. Saya menginngatkan kepada umat kita hati-hatilah, karena banyak sekali sekali orang yang menyesatkan," paparnya.

Azyumardi berharap peserta kontestasi Pemilu 2019 yang kalah bisa menempuh jalur hukum untuk memprotes kecurangan pada peata demokrasi itu.

"Saya kira sudahlah, saya kira yang kalah dalam Pemilu ini, sudahlah, yempuh jalan hukum yang baik, jangan masih seolah-olah memberikan angin memberikan dorongan kepada kelompok-kelompok itu untuk melakukan aksi-aksi demo yang enggak perlu. Demo itu enggak mengubah keadaan," harapnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved