Pemilu 2019

PGI: Joko Widodo-Maruf Amin Berkewajiban Merajut Kembali Keutuhan Bangsa

Joko Widodo-Maruf Amin berkewajiban merajut kembali keutuhan bangsa di tengah polarisasi yang sempat mengemuka

PGI: Joko Widodo-Maruf Amin Berkewajiban Merajut Kembali Keutuhan Bangsa
pgi.or.id
PGI

TRIBUNJAKARTA.COM- Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada penyelenggara Pemilu- KPU, Bawaslu dan seluruh jajarannya- dan aparat keamanan yang telah berhasil menyelenggarakan Pemilu dengan baik dan aman.

PGI turut menyampaikan selamat kepada pasangan Calon 01 Joko Widodo-Maruf Amin yang sesuai keputusan KPU memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

"Semoga Tuhan mengaruniakan Bapak berdua hikmat dan marifat-Nya dalam memimpin bangsa Indonesia ke depan. MPH-PGI berharap Bapak berdua dapat merangkul semua pihak untuk dapat bersatu kembali membangun bangsa dan negara," demikian pernyataan Ketua Umum PGI, Henriette T. Hutabarat-Lebang dalam siaran pers yang diterima TribunJakarta, Kamis (23/5/2019).

Henriette melanjutkan Joko Widodo-Maruf Amin berkewajiban merajut kembali keutuhan bangsa di tengah polarisasi yang sempat mengemuka pada masa-masa menjelang dan selama masa kampanye dan Pemilu, hanya karena pilihan politik yang berbeda.

PGI turut menyampaikan selamat kepada para anggota legislatif terpilih baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat. PGI berharap agar keterpilihan tersebut adalah sebuah kepercayaan rakyat untuk diemban dengan penuh tanggungjawab.

"Kepada pasangan Capres dan Cawapres serta para calon anggota legislatif yang belum berhasil kali ini, MPH-PGI mengajak untuk bersama-sama menerima hasil Pemilu ini dengan lapang dada. Rakyat telah menentukan pilihannya dan kita semua wajib menjunjung tinggi hasil pilihan rakyat," lanjut dia.

Polisi Pastikan Wanita Berpakaian Serba Hitam yang Berada di Aksi 22 Mei Tak Membawa Bom

Anies Baswedan Sebut 8 Orang Meninggal Dunia Akibat Bentrok 22 Mei

Kretek Indonesia Diminati Konsumen Luar Negeri

PGI turut mengimbau semua pihak agar menghentikan segala bentuk provokasi yang hanya berdasar pada asumsi-asumsi atau kepentingan-kepentingan pihak tertentu. Kiranya segala masalah yang dikemukakan dapat disampaikan melalui jalur hukum yang berlaku.

"Menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing dengan berbagai informasi dan provokasi yang dapat memicu kerawanan sosial. Kami menghimbau agar semua pihak menghentikan penyebaran postingan-postingan melalui media sosial baik berupa foto maupun video yang menimbulkan ketakutan dan situasi mencekam," pungkasnya.

Penulis: Erik Sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved