Aksi 22 Mei

Sempat Bentrok Massa dengan Polisi Dini Hari Tadi, Begini Kondisi Jalan Otista Jatinegara

Pria yang biasa dipanggil Jangkung ini berharap tidak ada lagi bentrok susulan, mengingat ini bulan Suci Ramadhan.

Sempat Bentrok Massa dengan Polisi Dini Hari Tadi, Begini Kondisi Jalan Otista Jatinegara
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kondisi di Jalan Otista Raya, Kamis (23/5/2919). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Kericuhan massa dengan pihak kepolisian sempat terjadi di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur sekitar pukul 03.30 WIB pada Kamis (23/5/2019) dini hari.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, saat ini lalu lintas di Jalan Otista Raya sudah normal.

Bentrokan antar massa dengan kepolisian, sempat menyebabkan Jalan di Otista Raya di tutup dari dua arah.

Seoirang petugas Penanganan Prasana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Bidara Cina, Abdul Rohman (37) menceritakan di kawasan ini sering terjadi bentrok.

Untuk itu petugas PPSU ikut serta membersihkan lokasi dari sisa krikil ketika terjadi bentrokan.

Jalan MH Thamrin Masih Ditutup, Gas Air Mata Masih Terasa Satu Hari Pascaaksi 22 Mei

"Di sini sering terjadi bentrokan. Tadi pagi sekira pukul 03.30 WIB terjadi lagi bentrokan antar massa dan pihak kepolisian. Sebenarnya ini sudah kali kedua dalam minggu ini. Pas Selasa di jam yang sama juga ada bentrokan. Tapi kalau lebih parah hari ini. Massa sampai membakar dua ban dan sisa kayu di lokasi. Kalau yang pas Selasa hanya satu ban di dekat pom bensin. Saya tahu karena saya ikut membersihkan sisa pembakaran itu. Kemudian saya juga ikut membersihkan sisa kerikil dan batu yang berada di jalur Busway," kata Abdul di lokasi, Kamis (23/5/2019).

Pantauan TribunJakarta.com, saat ini kendaraan yang melalui Jalan Otista Raya sudah terpantau lancar.

Baik kendaraan roda dua maupun empat sudah bisa melewati jalan tersebut seperti biasanya.

Bentrok Aksi 22 Mei Belasan Sepeda Motor Hangus Dibakar, Wartawan Juga Jadi Korban

"Selesai pembersihan itu sekitar 05.30 WIB, polisi sudah bubar. Tinggal kita saja PPSU sekitar 7 orang yang masih menyisir lokasi dan memastikan sekitar lokasi bersih," katanya.

Pria yang biasa dipanggil Jangkung ini berharap tidak ada lagi bentrok susulan, mengingat ini bulan Suci Ramadhan.

"Semoga tidak ada bentrokan lagi. Kasihan akses warga terganggu apalagi itu lagi jam orang untuk sahur. Kalau ada yang mau beli makan kasihan juga jadi pada takut. Semoga saja tadi pagi terakhir ada bentrokan. Saya berharap di sini aman tanpa adanya kerusuhan," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved