Aksi 22 Mei

Tangani Korban Kericuhan, RS Budi Kemuliaan: Mayoritas Terkena Gas Air Mata

Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifki mengatakan, sebagian besar korban kericuhan yang dibawa terkena gas air mata.

Tangani Korban Kericuhan, RS Budi Kemuliaan: Mayoritas Terkena Gas Air Mata
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifki saat ditemui awak media, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifki mengatakan, sebagian besar korban kericuhan yang dibawa terkena gas air mata.

"Dari 165 pasien yang kami terima sejak pagi tadi, sebagian besar karena terkena gas air mata," ucapnya kepada awak media, Kamis (23/5/2019).

Sementara itu, sebagian lainnya mengalami luka atau trauma beda tumpul pada beberapa bagian tubuh mereka.

"Beberapa ada yang mengalami luka karena batu atau yang lainnya," ujarnya di RS Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sampai pukul 00.45 WIB, korban kericuhan yang sempat pecah di beberapa wilayah di Jakarta masih terus berdatangan.

Fadli Zon Bantah Gerindra Terlibat di Aksi 22 Mei

VIDEO Korban Kericuhan Terus Berdatangan di RS Budi Kemuliaan

Bunyi sirine mobil ambulan seolah silih berganti terdengar di sekitar rumah sakit yang terletak di Jalan Budi Kemuliaan, Gambir, Jakarta Pusat itu.

Para petugas medis pun tampak sibuk melayani sejumlah pasien yang terus berdatangan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved