Warga Sekitar Kanal Banjir Timur Manfaatkan Situasi untuk Berjualan Layang-Layang

Beberapa warga sekitar aliran Kanal Banjir Timur memanfaatkan berjualan benang kenur dan layang-layang.

Warga Sekitar Kanal Banjir Timur Manfaatkan Situasi untuk Berjualan Layang-Layang
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Awan, anak-anak di sekitaran lokasi siap bermain layang-layang di RTH. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Beberapa warga sekitar aliran Kanal Banjir Timur memanfaatkan berjualan benang kenur dan layang-layang.

Selama Ramadan ini banyak warga bermain layang-layang di sepanjang KBT.

Ahmad Faisal (27) sekian warga yang memanfaatkan KBT untuk bermain layang-layang ketika sore hari.

"Saya masih orang sekitaran sini juga. Ketika lihat di sini bisa dijadikan peluang usaha, akhirnya sejak satu setengah tahun lalu saya mulai berjualan layangan di sini. Alhamdulillah masih bertahan sampai sekarang," terang Ahmad Faisal, Rabu (22/5/2019).

Bermodalkan uang Rp 300 ribu, Faisal memberanikan diri untuk merintis usaha kecil-kecilan ini.

Rupanya usaha ini mampu bertahan dan terus berjalan dengan omset ratusan ribu per harinya.

"Dulu itu belum banyak pedagang layangannya. Kalau sekarang sudah banyak. Jadi kalau dulu saya bisa dapat Rp 500 ribu paling banyak. Kalau sekarang Rp 300 ribu itu sudah paling banyak. Tapi alhamdulillah lah kan niat saya mandiri tanpa ikatan perusahaan. Untuk kebutuhan sehari-hari tercukupi bahkan masih banyak sisanya dan bisa di bagi-bagi ke keluarga," sambungnya.

Selain itu, terlihat juga anak Sekolah Dasar yang ikut berjualan layang-layang sebelum para pedagang lain datang.

Mereka adalah Panji dan Yasir. Keduanya mulai berjualan dari siang-sore hari setelah pulang sekolah.

"Kita inisiatif saja. Buat jajan sehari-hari saja. Lumayan bisa jadi tambahan. Awalnya kita kumpulin layang-layang putus kemudian di jual murah. Pas laku, uangnya kita beliin layangan lagi. Lumayan untungnya bisa mencapai Rp 5 ribu. Kita jualan juga sambil main layang-layang," kata keduanya bersahutan.

Selain penjual layangan, di sekitar lokasi juga terdapat pedagang kaki lima. Mereka menjual minuman dengan gerobak yang di parkir di luar portal.

Meskipun demikian, para pedagang mengaku kerap kali di berikan imbauan dari Satpol PP untuk tidak berjualan di lokasi. Namun meraka kerap kembali lagi.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved