BW Keluhkan Penutupan Jalan, Polri: Untuk Kepentingan dan Keamanan

Dia menjelaskan penutupan jalan yang dilakukan di sekitar Bawaslu RI dan Mahkamah Konstitusi (MK) tak sembarang dilakukan karena melalui hasil kajian

BW Keluhkan Penutupan Jalan, Polri: Untuk Kepentingan dan Keamanan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo buka suara terkait keluhan ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjajanto atas penutupan sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Dedi mengatakan penutupan jalan merupakan satu cara Polri dalam menjaga keamanan masyarakat terkait adanya aksi demo disertai kerusuhan dan potensi adanya gangguan teror.

"Semua dalam rangka untuk kepentingan dan keamanan masyarakat Jakarta, Polda Metro memiliki pertimbangan sendiri untuk menilai dinamika," kata Dedi di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Dia menjelaskan penutupan jalan yang dilakukan di sekitar Bawaslu RI dan Mahkamah Konstitusi (MK) tak sembarang dilakukan karena melalui hasil kajian.

Penutupan jalan tersebut sudah dibahas pihak Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya yang menaungi wilayah DKI Jakarta sehingga dilakukan karena pertimbangan khusus.

"Dari hasil rapat koordinasi antara Kapolda dan Pangdam ditentukan langkah-langkah yang diambil tentang penutupan di berbagai ruas jalan," ujarnya.

Perihal sampai kapan penutupan sejumlah ruas jalan di DKI berlangsung, Dedi tak bisa memastikan karena bersifat situasional dan hingga kini terus dievaluasi.

Saat disinggung soal keluhan Bambang atas penutupan jalan di sekitar MK yang membuatnya tak bisa melintasi Jalan Merdeka Barat, Dedi menilai hal itu hanya pendapat mantan Wakil Ketua KPK itu.

Diberi Amplop oleh Jokowi, Rajab Akan Bangun Kembali Warungnya yang Dijarah saat Aksi 22 Mei

"Itu hanya perasaan beliau (BW), tapi kondisi di lapangan seperti itu. Ini (penutupan jalan) kita evaluasi setiap hari," tuturnya.

Sebelumnya, Bambang mengeluhkan pengamanan di sekitar MK yang disebut mengerahkan 1.100 personel Polri-TNI membuat akses menuju MK sulit dijangkau.

Pasalnya saat melayangkan gugatan ke atas hasil Pilpres 2019 ke MK kemarin, dia menyebut butuh usaha agar bisa tiba ke MK.

"Untuk menuju ke sini luar biasa sekali effortnya harus dicegat di mana-mana, Mudah-mudahan saat persidangan tidak dihambat," kata Bambang, Jumat (24/5/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved