Serahkan Gugatan, Bambang Widjajanto Keluhkan Kondisi Pengamanan Sekitar MK

Tim kuasa hukum Prabowo-Sandi resmi menggugat hasil penghitungan Pilpres 2019 yang dilakukan KPU RI

Serahkan Gugatan, Bambang Widjajanto Keluhkan Kondisi Pengamanan Sekitar MK
TribunJakarta.com/Bima Putra
Kondisi di Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tim kuasa hukum Prabowo-Sandi resmi menggugat hasil penghitungan Pilpres 2019 yang dilakukan KPU RI ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena merasa adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Saat menyambangi MK kemarin, Ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjajanto mengeluhkan ketatnya pengamanan sehingga harus masuk lewat gedung belakang MK di Jalan Abdul Muis.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, penutupan jalan dilakukan sejak Patung Kuda Jalan Merdeka Barat yang jadi akses utama menuju MK dan sejumlah perkantoran pemerintah hingga ke Istana Negara.

Viral Video Imbauan Polisi ke Warga Terkait Aksi 22 Mei, Bripka Herman Sampai Dipuji Ganjar Pranowo

Kebakaran Melanda Rumah di Dekat Mal Gandaria City, Ruang Dapur Ludes Terbakar

Melihat Stasiun Kereta di Cobham Dekat Akademi Chelsea: Petugas Tidak Ada, Tiket Beli Sendiri

Penutupan lapis pertama menggunakan kerucut lalu lintas, sementara lapis kedua menggunakan dua lapis barrier beton dan dua lapis kawat berduri.

Lapis terakhir ditutup dengan empat kendaraan taktis Korps Brimob sehingga tak memungkinkan dilintasi pengguna jalan, pun pejalan kaki.

Tak henti di situ, depan kantor Kementerian Perhubungan atau sebelum kantor MK, kendaraan taktis Korps Brimob kembali bercokol lengkap dengan sejumlah personelnya.

Di sejumlah perkantoran pemerintah terparkir kendaraan taktis milik Korps Brimob dan Marinir yang siap dikerahkan jika situasi memburuk.

Hingga siang ini, belum terlihat massa pendukung Prabowo-Sandi di Jalan Merdeka Barat atau pun Jalan Abdul Muis yang kemarin jadi tempat puluhan pendukung berkumpul.

Sebelumnya, Bambang mengeluhkan pengamanan di sekitar MK yang disebut mengerahkan 1.100 personel Polri-TNI membuat akses menuju MK sulit dijangkau.

"Untuk menuju ke sini luar biasa sekali effortnya harus dicegat di mana-mana, Mudah-mudahan saat persidangan tidak dihambat," kata Bambang, Jumat (24/5/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved