Breaking News:

Anaknya Tewas Dianiaya Dituduh Gangster, Ibunda Sebut Hendi Janji Ajak ke Dokter Setelah Dapat THR

Hendi berpamitan kepada ibunya di Wonosari, Klaten, pada Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Keluarga almarhum Hendi Aji menunggu di Kamar Jenazah RSUD Dr Moewardi Solo, Minggu (26/5/2019) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SOLO - Rohni (43) tak menyangka putra bungsunya, Hendi Aji alias Bendot (18), tewas dianiaya beberapa orang.

Ibu beranak dua itu tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perbincangan terakhir Hendi.

"Telinga saya sakit kemasukan kapas cotton bud, sulit dikeluarkan.

Dia bilang, 'Bu, tunggu THR tanggal 3 nanti kita sedotkan (telinga) ke THT ya,'" ujar Rohni kemudian menangis sesenggukan di Kamar Jenazah RSUD Dr Moewardi Solo, Minggu (26/5/2019).

Dikabarkan Tewas Dipukuli Brimob, Ini Pengakuan Provokator Kerusuhan Aksi 22 Mei

Hendi merupakan putra kedua dari dua bersaudara.

Pemuda tamatan SMP itu bekerja menjaga sebuah rental PlayStation di Waru, Kabupaten Klaten.

Hendi berpamitan kepada ibunya di Wonosari, Klaten, pada Sabtu (25/5/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

"Katanya mau rayakan ulang tahun temannya Nita.

Nita itu calonnya Hendi.

Mereka akan menikah setelah Nita lulus SMA," tambah Rohni sesenggukan.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved