Pilpres 2019

Riza Patria Ungkap Dugaan Kecurangan, Pakar Hukum Sebut Kesulitan yang Dihadapi BPN

Riza Patria menyebut pihaknya siap membuktikan bahwa pada pelaksanaan Pilpres 2019 diwarnai kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Riza Patria Ungkap Dugaan Kecurangan, Pakar Hukum Sebut Kesulitan yang Dihadapi BPN
TribunJakarta/Novian Ardiansyah
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria usai menyerahkan daftar bacaleg Gerindra di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018) 

BPN Gugat Hasil Pilpres 2019, Amien Rais Pesimis Ubah Keadaan, Bambang Widjojanto: MK Diuji

Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah mendaftarkan gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (24/5/2019).

Setidaknya ada delapan kuasa hukum yang ditunjuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk mengajukan permohonan sengketa Pilplres 2019.

Kedelapan orang tersebut ialah Bambang Widjojanto (BW), Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Luthfi Yazid, Iwan Satriawan, Iskandar Sonhadji, Dorel Almir, dan Zulfadli.

BPN Prabowo-Sandi menyebut ada 51 bukti yang diserahkan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) dalam pengajuan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019.

Meski begitu, ketua tim kuasa hukum BPN Bambang Widjojanto enggan menjelaskan lebih detail apa saja alat bukti tersebut.

"Tidak bisa saya jelaskan hari ini. Tapi ada kombinasi dokumen dan saksi, saksi fakta dan ahli," ucap Bambang Widjojanto kepada awak media di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019) malam.

Ia menjelaskan, masih ada kemungkinan pihaknya kembali menambah jumlah alat bukti yang akan diajukan dalam gugatan tersebut.

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan lengkapi bukti yang diperlukan dan menambah apa saja yang penting serta doperlukan dalam mengungkap proses kebenaran di MK," ungkap Bambang Widjojanto.

Bambang Widjojanto juga berharap MK bersikap profesional dan bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved