Fadli Zon Tegaskan Massa Aksi 21-22 Mei Bukan Demonstran Bayaran: Masyarakat Lebih Kritis

Fadli mengatakan bahwa hanya cara berpikir model lama, yang setiap ada aksi, selalu dicurigai adanya pihak ketiga.

Fadli Zon Tegaskan Massa Aksi 21-22 Mei Bukan Demonstran Bayaran: Masyarakat Lebih Kritis
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai bahwa mereka yang berunjukrasa pada 21 dan 22 Mei 2019 merupakan masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya.

Mereka yang berunjukrasa bukanlah demonstran bayaran.

"Saya melihat apa yang terjadi kemarin itu memang masyarakat kok yang datang menuntut haknya ya. Bukan dikerahkan, bukan dibayar, karena mereka mempunyai sikap. Masyarakat sekarang ini kan masyarakat yang lebih kritis,"kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (27/5/2019).

Massa pengunjuk rasa yang membanjiri depan Gedung Bawaslu RI, Rabu (22/5/2019) malam. (TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO)
Massa pengunjuk rasa yang membanjiri depan Gedung Bawaslu RI, Rabu (22/5/2019) malam. (TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO) ()

Menurut nya aksi unjukrasa masyarakat tersebut dipicu informasi yang diterima.

Sekarang ini menurutnya masyarakat lebih kritis, karena informasi yang beredar di masyarakat tidak terbatas.

"Kalau mendapat informasi kan informasi yang datang langsung di Hp mereka dalam genggaman tangan mereka, sehingga reaksinya tentu berbeda-beda. Kalau zaman dulu kan info sangat terbatas, televisi saja cuma ada satu ya kan. Bahkan kalau ada swasta paling nambah satu atau dua. Tidak ada informasi yang lain, kalau sekarang info itu betul-betul tidak terbatas. Sehingga respons masyarakat juga berbeda-bea. Saya kira ini yang kita lihat," katanya.

Fadli mengatakan bahwa hanya cara berpikir model lama, yang setiap ada aksi, selalu dicurigai adanya pihak ketiga.

UNJUK RASA-Ribuan massa Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. WARTA KOTA/henry lopulalan (WARTA KOTA/henry lopulalan)
UNJUK RASA-Ribuan massa Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. WARTA KOTA/henry lopulalan (WARTA KOTA/henry lopulalan) ()

Cara berpikir tersebut muncul ketika informasi sangat terbatas.

Deretan Fakta Pelaku Pembakaran Polsek Tambelangan: Peran Berbeda, Temuan Celurit dan 38 Bom Molotov

Kisah Anton Budi, Driver Ojek Online Tetap Antar Makanan Pesanan Meski Motor Hilang Dicuri

Polisi Mulai Buka Akses Jalan MH Thamrin di Depan Gedung Bawaslu

"Kita jangan cara berpikirnya kaya zaman dulu dong. Kita ini sudah ada di negara demokrasi. Kalau dulu sebentar-bentar itu ada pihak ketiga. Sekarang apa? Pihak ketiga itu siapa?" pungkasnya. (Taufik Ismail)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fadli Zon: Unjukrasa 22 Mei Murni Dilakukan Masyarakat

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved