Aksi 22 Mei

Polisi Tangkap Dua Pelaku Provokasi yang Serukan Massa Lempar Kotoran Manusia Saat Aksi 22 Mei

Hengki menuturkan video tersebut direkam keduanya di lokasi bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Polisi Tangkap Dua Pelaku Provokasi yang Serukan Massa Lempar Kotoran Manusia Saat Aksi 22 Mei
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Dua pelaku provokasi di media sosial dalam aksi 22 Mei diamankan Polres Metro Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM,  PALMERAH - Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua pelaku yang melakukan provokasi melalui media sosial saat bentrokan 22 Mei.

Keduanya yakni Heru (32) dan Dwi (26) seorang ojek online yang dibekuk di kawasan Jakarta Timur dan Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (26/5/2019) kemarin.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan kedua pelaku ditangkap berdasarkan hasil patroli cyber pihaknya.

Adapun dalam video yang viral, keduanya meminta masyarakat untuk mengumpulkan kotoran manusia guna dilemparkan ke arah aparat yang sedang bertugas pada 22 Mei 2019.

Hengki menuturkan video tersebut direkam keduanya di lokasi bentrokan di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Tak Terdampak One Way, Tol Jakarta Cikampek Maksimalkan Skema Contra Flow Saat Arus Mudik

"Hasil pemeriksaan sementara dia sedang ada di TKP di Jembatan Slipi saat sedabg melihat bagaimana kita melaksanakan tugas untuk menghalau perusuh-perusuh itu yang bertindak anarkis di Jakarta Barat," kata Hengki di Mapolres Metro Jakarta Barat, Senin (27/5/2019).

Hengki mengatakan keduanya bakal dijerat UU ITE Pasal 45 ayat 2 dan 28 ayat 2 dengan ancaman maksimal 6 tahun.

"Karena akibatnya sangat fatal banyak kejadian-kejadian di lapangan semakin brutal akibat provokasi melalui media sosial," kata Hengki.

2 PO Bus Ini Siapkan Sederet Fasilitas yang Manjakan Penumpangnya Saat Mudik

"Kami harus memberikan efek jera disini sehingga berimplikasi preventif sehingga orang takut berbuat seperti ini lagi," tambahnya.

Hengki menambahkan pihaknya akan terus mengusut pihak-pihak yang melakukan ujaran kebencian atau pun hoaks di media sosial.

Sementara itu, di hadapan polisi dan awak media, kedua pelaku mengaku menyesali perbuatannya.

Mereka berdalih merekam itu hanya untuk bercandaan di grup whatsappnya.

"Saya niatnya buat lucu lucuan di grup, tapi ternyata jadi viral. Jujur saya nyesel," ujar kedua tersangka.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved