Aksi 22 Mei

Sebut Ada Eks TNI yang Berkolaborasi dengan Preman di Kerusuhan 22 Mei, Moeldoko: Sudah Kita Kenali

Moeldoko menyebut ada oknum mantan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkolaborasi atau bekerjasama dengan preman.

Sebut Ada Eks TNI yang Berkolaborasi dengan Preman di Kerusuhan 22 Mei, Moeldoko: Sudah Kita Kenali
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat ditemui di sela-sela acara halalbihalal, di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut ada oknum mantan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkolaborasi atau bekerjasama dengan preman untuk membuat kerusuhan di aksi massa 21-22 Mei 2019.

Moeldoko mengaku pihaknya sudah mengantongi identitas dan tengah menyelidiki lebih dalam soal keterlibatan oknum mantan TNI.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang, TV One, pada Minggu (26/5/2019).

Awalnya Moeldoko membahas soal sikap politik beberapa purnawirawan yang menolak hasil Pilpres 2019 dan diduga turut ambil bagian dalam aksi massa 21-22 Mei.

Pembunuh Bayaran Incar 4 Tokoh Nasional, Polisi Bongkar Bukti: Walau Rakitan Efeknya Luar Biasa

Ditunjuk-tunjuk Fadli Zon Saat Bahas Korban 22 Mei, Ali Ngabalin: Jangan Bercanda dengan Saya!

Moeldoko menjelaskan hal tersebut sebenarnya bukan sebuah masalah, mengingat para purnawirawan sudah kembali menjadi masyarakat biasa yang memiliki hak untuk berpolitik.

TONTON JUGA

"Sebenarnya enggak ada masalah ya kita-kita ini yang sudah pensiun memiliki hak politik yang sama dengan masyarakat karena prajurit TNI sudah ditanggalkan sehingga hak politiknya melekat sehingga mereka memiliki pilihan politik itu," ujar Moeldoko dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One, pada Senin (27/5/2019).

Moeldoko menegaskan yang tak diperbolehkan adalah keterlibatan oknum mantan TNI dalam kerusuhan di aksi massa 22 Mei.

Temukan Tasbih di Kantong Baju Ustaz Arifin Ilham, Alvin Faiz Teringat Nasehat Sang Ayah

Sebut Nama Prabowo Bisa Rusak di Mata Dunia, Luhut Panjaitan: Dikaitkan 98 Nanti Dikaitkan Lagi 2019

"Tetapi yang kita tidak boleh adalah sekali lagi ada pikiran-pikiran yang sekelompok kecil dari anggota TNI yang mantan anggota TNI yang memang ada dalam pusaran kelompok tertentu ini, kita kenali itu."

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved