Direktur PT Jasa Marga Imbau Pemudik Tak Berlama-lama Habiskan Waktu di Rest Area

Subakti mengatakan idealnya waktu yang dihabiskan pemudik di rest area tak lebih dari setengah jam.

Direktur PT Jasa Marga Imbau Pemudik Tak Berlama-lama Habiskan Waktu di Rest Area
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Rest Area KM19 Tol Jakarta Cikampek, berada di Tambun Selatan Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Direktur Operasi PT Jasa Marga Subakti Syukur berharap pemudik yang hendak melepas lelah di rest area tak menghabiskan waktu berlama-lama karena berdampak pada penumpukan di rest area.

Merujuk hasil penghitungan yang dilakukan PT Jasa Marga, Subakti mengatakan idealnya waktu yang dihabiskan pemudik di rest area tak lebih dari setengah jam.

"Maksimal harusnya mereka itu di rest area setengah jam, nanti akan kita imbau. Maksimal setengah jam untuk isi bensin dan sebagainya. Kita imbau agar jangan lebih dari setengah jam, kalau bisa," kata Subakti di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (28/5/2019).

Dia menuturkan seluruh nozzle dan dispenser pengisian bensin di rest area yang dikelola PT Jasa Marga kini telah diganti dengan yang lebih mutakhir.

Penggantian nozzle dan dispenser itu diharapkan bisa memangkas lama waktu yang dihabiskan pemudik saat mengantre mengisi bahan bakar kendaraannya.

"Nozzle di rest area Jasamarga yang kadaluarsa sudah kita ganti semua. Yang tadinya butuh empat menit untuk isi, yang baru jadi dua menit. Dispensernya kita ganti, jadi supaya isi bensinnya cepat," ujarnya.

Direktur Human Capital dan Transformasi PT Jasa Marga, Alex Denni menyebut kemacetan di rest area merupakan satu dari tiga masalah yang setiap tahun menghantui pemudik.

SBY Sebut Pertemuan AHY dengan Jokowi Tidak Bicarakan Kursi Jabatan

PT Jasa Marga kini merancang aplikasi Travoy yang memungkinkan masyarakat mendapat informasi terkait tarif tol, letak rest area, hingga rest area yang penuh.

Bila rest area yang disediakan penuh, pemudik bakal mendapat informasi terkait keberadaan tempat makan, Masjid yang berada di radius dua kilometer dari tol.

"Juga tersedia informasi tentang rest area mana saja yang sudah penuh kapasitasnya sehingga pemudik mungkin bisa keluar tol dulu untuk beristirahat lalu masuk tol lagi untuk melanjutkan perjalanan. Itu dimaksudkan agar rest area tidak terlalu penuh," tutur Alex.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved