Liga 1 2019

Komite Exco PSSI Usulkan Penggunaan VAR, Dirut PT LIB: Normalnya Digunakan Tahun 2021

Saat ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah mengkaji sejauh mana persiapan dan proses penggunaan teknologi tersebut di sepak bola Indonesia.

Komite Exco PSSI Usulkan Penggunaan VAR, Dirut PT LIB: Normalnya Digunakan Tahun 2021
TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Direktur Interim PT LIB, Dirk Soplanit saat ditemui di acara launching Liga 1 2019, di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah merumuskan akan menggunakan Video Assistent Referee (VAR) di kompetisi kasta tertinggi Liga 1.

Saat ini PT Liga Indonesia Baru (LIB) tengah mengkaji sejauh mana persiapan dan proses penggunaan teknologi tersebut di sepak bola Indonesia.

Direktur Interim PT LIB Liga Indonesia Baru (LIB), Dirk Soplanit mengatakan terdapat beberapa ganjalan yang akan dihadapi pada saat penggunaan teknologi VAR di Indonesia.

Hal itu tak lepas dari keterbatasan sumber daya manusia (sdm) dan infrastruktur pendukung lainnya.

"Dengan model seperti ini, ada pembicaraan kami, bukan VAR. Tapi, alat kontrol tertentu yang barangkali menjurus kontroversi, ada satu alat rekaman apa yang bisa digunakan," ujar Direktur Interim PT LIB, Dirk Soplanit.

Menurut Dirk, untuk bisa menggunakan VAR di sepak bola Indonesia perlu dilakukan sosialiasasi dengan semua pihak khususnya wasit yang bertugas di lapangan.

"Itu semua dalam pembicaraan, belum ada keputusan. VAR akan bertahap di Liga 1 dan 2. Infrastruktur ini tidak murah. Kemudian kualifikasi wasit juga," kata Dirk.

"Tapi, memang tidak mudah juga, karena prosesnya seperti wasit, itu tidak bisa ujug-ujug pasang. Tidak bisa. Infrastruktur di stadion juga memungkinkan atau tidak," terang Dirk.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu menilai penggunaan VAR baru bisa direalisasikan pada tahun 2021 mendatang.

"Banyak hal juga yang perlu dibicarakan. Memang dari perkiraan kami, dari segala syarat yang ada, paling cepat, waktu normalnya adalah pada 2021," imbuh Dirk Soplanit.  

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved