Polri Dianggap Tidak Netral oleh Kubu 02, Dedi Prasetyo: Silakan Dibuktikan di Persidangan

Ia menyebut posisi Polri dalam tiap pesta demokrasi atau pemilu harus netral, dan tak memihak salah satu pasangan calon.

Polri Dianggap Tidak Netral oleh Kubu 02, Dedi Prasetyo: Silakan Dibuktikan di Persidangan
YouTube Kompas TV
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat jumpa pers, di Jakarta, pada Jumat (24/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait kecurangan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Salah satu bukti yang dilaporkan adalah akun Twitter Polri yang disebut membentuk tim buzzer untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Polri dianggap tidak netral oleh kubu 02 dalam kontestasi politik kali ini.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membantah tuduhan tersebut.

Ia pun menantang dan meminta kubu 02 membuktikan ketidaknetralan Polri dalam persidangan.

"Silakan nanti dibuktikan di persidangan, silahkan. Kalau misalkan itu punya datanya, punya bukti, silahkan," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menegaskan setiap personel Polri menjunjung tinggi profesionalitas dan bersikap netral sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ia menyebut posisi Polri dalam tiap pesta demokrasi atau pemilu harus netral, dan tak memihak salah satu pasangan calon.

Kompas Luncurkan Comment Center untuk Permudah Pemudik Akses Informasi Perjalanan

"Sudah sangat jelas, posisi polri dalam kontestasi pemilu itu netral, tidak melaksanakan atau mengikuti politik praktis," tukasnya.

Sebelumnya diketahui, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah mengajukan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5/2019).

Berdasarkan hasil rekapitulasi yang diumumkan KPU, Jokowi-Ma'ruf memperoleh suara sebesar 85.607.362 atau sekitar 55,50 persen.

Sementara Prabowo-Sandiaga mencapai 68.650.239 suara.

Jokowi-Ma’ruf mengungguli Prabowo-Sandiaga dengan selisih suara sebanyak 16.957.123, jumlah suara sah mencapai 154.257.601.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Tantang Kubu 02 Buktikan Ketidaknetralan Korps Bhayangkara di Pemilu 2019

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved