Lebaran 2019
Belum Tes Kesehatan, Sopir dan Kernet Tidak Diizinkan Kendarai Bus
Awak bus di Terminal Tanjung priok diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan
Penulis: Afriyani Garnis | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Awak bus di Terminal Tanjung priok diwajibkan untuk melakukan tes kesehatan.
Baik sopir maupun kernetnya diarahkan untuk melakukan tes kesehatan di Posko Kesehatan Puskesmas Tanjung Priok yang telah tersedia.
Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya kecelakaan selama dalam perjalanan.
Kepala Terminal Tanjung Priok, Mulya menerangkan kewajiban awak bus melakukan tes kesehatan sebagai standar prosedur keselamatan.
Armada bus tidak diperbolehkan beroperasi jika awak bus tidak mengantongi surat kesehatan dari posko yang berada di area terminal.
"Jadi di pintu keluar terminal ada petugas yang mengecek surat kesehatan awak bus. Jika belum mengantongi itu, armada bus tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Penumpang pun tak segan akan kembali diturunkan di terminal," kata Mulya di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/5/2019).
• Masih Terbangkan Batik Air, Capt Vincent Raditya Boleh Ajukan Terbangkan Lagi Cessna 172
• Kivlan Zen Penuhi Pangggilan Penyidik Bareskrim Polri
• Sambut Idul Fitri, Wali Kota Jakut Mengecek Persiapan Terminal dan Pelabuhan Tanjung Priok
Diterangkannya kesehatan armada bus pun diwajibkan mengantongi izin usai dilakukan Rump Check sebelum keluar dari terminal.
Pengecekan armada itu telah dilakukan sejak 30 April 2019 lalu hingga 24 Mei 2019 mendatang.
"Sampai saat ini sudah 186 armada yang sudah kami cek. Seluruh kerusakan vital seperti ban dan rem sudah diperbaiki pengurus armada. Saat ini hanya beberapa armada yang belum sesuai standar seperti kelengkapan palu pemukul kaca dan kotak obat," jelas Mulya.
Satu diantara Dokter dari Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, dr Afra Dewita menerangkan, pengecekan kesehatan awak bus meliputi gula darah, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar alkohol, dan amfetamin.
Tercatat sudah 75 awak bus telah mengecek kesehatan sebelum mengantar penumpang ke tujuannya masing-masing sejak pagi tadi.
"Durasi pengecekan kesehatan tidak lama. Hanya berkisar 10 menit. Hasilnya pun langsung keluar untuk dijadikan rekomendasi kelengkapan surat sebelum bertolak dari terminal," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tes-kesehatam-yang-dilakukan-awak-bus-sebelum-mengantar-penumpangnya.jpg)