Aksi 22 Mei

Penuturan Polisi Korban Kerusuhan: Kehabisan Amunisi Gas Air Mata Hingga Lihat Massa Bawa Parang

Beruntung seorang rekannya bernama Adam membantunya berdiri lalu membopong menyelamatkan diri agar tak terus terkena serangan massa.

Penuturan Polisi Korban Kerusuhan: Kehabisan Amunisi Gas Air Mata Hingga Lihat Massa Bawa Parang
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Korban kerusuhan Asrama Brimob Petamburan, AKP Ibrahim Sadjab di RS Polri Kramat Jati, Rabu (29/5/2019) 

Imbas bentrok yang terjadi nyaris empat jam pun mulai terasa, kelelahan menggerogoti tubuh seluruh personel Brimob sehingga mereka kembali terdesak mundur oleh massa.

Sadar kalah jumlah dan amunisi, sebagai seorang pemimpin Ibrahim mengintruksikan anggotanya mundur dan masuk kembali ke asrama Brimob Petamburan untuk bertahan.

"Ketika mereka tahu gas air mata sisa sedikit, saya bilang buang sisa dua amunisi itu, kita mundur. Jadi anggota yang nembak peluru karet saya tarik, dengan tujuan mundur saling back up," tuturnya.

Upaya menyelamatkan Ibrahim tak sepenuhnya mulus karena tali handy talkie (HT) yang dibawanya melilit bagian kaki sehingga terjatuh dan akhirnya terkena lemparan batu besar dari arah belakang.

Di tengah bunyi teriakan massa, pecahan bom molotov dan benda lain yang dilontarkan, dia mengaku masih dapat mendengar bunyi tulang bagian tangan kanannya bergeser.

"Saya yang paling terakhir lari ke arah belakang, ke barisan yang kedua. Ketika saya lari HT saya jatuh, saya terlilit dengan tali HT. Sehingga pas saya jatuh tulang saya sudah bunyi, batu datang menimpa saya," kata Ibrahim.

Beruntung seorang rekannya bernama Adam membantunya berdiri lalu membopong menyelamatkan diri agar tak terus terkena serangan massa.

Kelelahan dan panik karena terluka kian menggerogoti mental Ibrahim sehingga tak dapat memastikan berapa jumlah perusuh yang berlari menyerangnya.

"Saya lihat massa sudah dekat, sudah mau ke arah saya, pas saya lari posisi tangan saya sepertinya sudah lepas ininya. Jadi kondisi pas lari saya sudah dipapah sama anggota. Katanya sih (tangan) dislokasi, lepas engsel tulangnya," katanya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved