Saat Aksi 22 Mei, Penumpang MRT Jakarta Sempat Turun Sampai di Bawah 40 Ribu

"Nah, tanggal 24 Mei mulai naik lagi, sudah lebih dari 71 ribu," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Saat Aksi 22 Mei, Penumpang MRT Jakarta Sempat Turun Sampai di Bawah 40 Ribu
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Kereta MRT saat mengikuti kegiatan uji coba kereta MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Uji coba publik kereta MRT fase 1 dilakukan mulai 12-23 Maret 2019. Hingga 11 Maret, tercatat 184.738 orang yang mendaftar untuk mengikuti rangkaian uji coba tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 yang berujung kericuhan berdampak pada penurunan penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Pada 21 Mei, MRT Jakarta masih sanggup menarik hingga 77.374 penumpang.

Namun, sehari berselang, penumpang MRT menurun drastis sampai di angka 45 ribu.

Puncak penurunan penumpang terjadi pada 23 Mei, di mana jumlahnya berada di bawah 40 ribu.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Pikul Coffee, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Pikul Coffee, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Nah, tanggal 24 Mei mulai naik lagi, sudah lebih dari 71 ribu," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Pikul Coffe, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Menurunnya jumlah penumpang tersebut, terang William, salah satunya disebabkan karena ditutupnya Stasiun MRT Bundaran HI.

Ia menjelaskan, dua hari belakangan ini, yakni pada 27 dan 28 Mei, rata-rata penumpang MRT sudah naik mencapai 89 ribu.

"Kami berharap Juni nanti sudah mulai oke lagi lah," ujar William.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved