Breaking News:

Ini Sederet Fakta Pria Mengaku Imam Mahdi di Depok, Bekerja Jadi Satpam hingga Berujung Tobat

Viralnya undangan tersebut lantaran tertulis 'open house halal bihalal idul fitri 1440 H bersama sang pembaharu (Imam Mahdi).

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Winardi (tengah) pria asal Kampung Perigi, Sawangan, Kota Depok, yang mengaku sebagai Imam Mahdi. 

Mahfuzy mengakui, dirinya sudah bergabung dengan padepokan dan menjadi murid Winardi sejak tahun 2014 silam.

Saat ini, Mahfuzy pun mengatakan bahwa pengikut Winardi sudah mencapai sekiranya 80 orang.

"Sudah ada 100 kurang, 80 orang lah sekiranya," ujar Mahfuzy dijumpai wartawan.

MUI Turun Tangan, Pria yang Mengaku Imam Mahdi Tobat

Geger kehadiran Winardi pria asal Kampung Prigi, Sawangan, Kota Depok, dan mengaku sebagai Imam Mahdi akhirnya selesai sudah.

Melalui musyawarah oleh tokoh agama sekitar, Ketua MUI Kota Depok KH Dimyati Badruzzaman, dan pihak kepolisian sebagai pengamanan akhirnya Winardi mengakui kesalahannya.

KH Dimyati mengatakan, dalam musyawarah tersebut pihaknya membawa tiga buku yang secara garis besar berkaitan dengan Imam Mahdi.

Ungkap Beda Kasus Ancaman Pembunuhan Fadli Zon & 4 Tokoh Nasional, Moeldoko Banjir Tepuk Tangan

Khawatir Hewan Peliharaan Ditinggal Mudik, Pemprov DKI Punya Solusinya

Kebakaran Melalap Pabrik Kaus di Kemandoran, Dikerahkan 15 Unit Mobil Pemadam

Viral di Medsos, Warga Sawangan Geger Open House Idul Fitri 2019 Bersama Imam Mahdi di Kota Depok

Setelah musyawarah, hasilnya pun disepakati bahwa dengan berdasarkan kitab suci Al-quran dan Hadis Nabi Muhammad Saw, Winardi bukanlah seorang Imam Mahdi.

"Maaf pak Winardi ini namanya pun jelas beda dengan nama Imam Mahdi sesuai di kitab-kitab. Maka kami sepakat untuk menyatakan bahwa jika ada orang yang tak sesuai dengan ajaran hadis maka ini salah, keliru, dan tidak benar, maka ini ajaran yang menyimpang," ujar KH Dimyati di Kantor Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Kamis (30/5/2019).

Lanjut KH Dimyati, Winardi juga diminta untuk bertobat, dan para pengikutnya diminta untuk pergi karena tak sesuai dengan ajaran.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved