Lebaran 2019

Kondisi Fisik Prima dan Rajin Makan Pisang Rahasia Ariyanto Kuat Mudik ke Pekalongan Gowes Sepeda

Untuk itu, dirinya menceritakan persiapannya sebelum melakukan mudik yang biasanya memakan 3 hari ini.

Kondisi Fisik Prima dan Rajin Makan Pisang Rahasia Ariyanto Kuat Mudik ke Pekalongan Gowes Sepeda
Istimewa/Dokumentasi Ariyanto
Peserta Gowes Mudik 2019 Ariyanto (49) bagikan tips untuk kuat gowes sepeda sampai kampung halaman. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Peserta Gowes Mudik 2019 Ariyanto (49) bagikan tips untuk kuat gowes sepeda sampai kampung halaman.

Sebelumnya diberitakan, bapak 3 anak ini sudah 5 tahun mudik ke Pekalongan dengan mengendarai sepeda Federalnya sejauh sekitar 350 km.

Untuk itu, dirinya menceritakan persiapannya sebelum melakukan mudik yang biasanya memakan 3 hari ini.

"Untuk sampai ke Pekalongan paling cepat itu 2 hari dengan kecepatan sedang. Kalau santai paling lama 3 hari sudah sampai. Nah karena 3 tahun belakangan bareng Bike To Work Indonesia (B2W), bareng yang lain juga biasanya 3 hari baru sampai karena gowesnya santai. Yang penting itu modal utamanya adalah istirahat cukup dan rajin makan pisang supaya kuat gowes," terangnya, Kamis (30/5/2019).

Ariyanto sebelum memulai gowes mudik
Ariyanto sebelum memulai gowes mudik (ISTIMEWA/Dokumentasi Ariyanto)

Ia menceritakan ketika badan tidak bugar maka tidak akan kuat gowes sampai ke kampung halaman.

Selain itu, kondisi sepeda juga harus diperhatikan. Pastikan membawa cadangan ban dalam dan peralatan sepeda.

"Pengalaman saya pas 2016 itu ban bocor. Maka dari itu membawa ban dalam cadangan juga hal penting di luar kondisi fisik dan asupan makanan. Nantinya kita akan berhenti di check point yang sudah disiapkan. Maka dari itu makanan pasti tercukupi. Saat istirahat pun sepeda aman, sebab di check point ada penjagaan yang disediakan juga untuk keamanan sepeda," lanjutnya.

Kondisi fisik yang prima membantu mengurangi kendala cuaca selama perjalanan yang tidak menentu.

Demi mengurangi polusi di Jakarta, Ariyanto tidak pernah menyesal mengeluarkan biaya mahal untuk biaya perawatan sepedanya terutama aksesorisnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved