Pemerintah Kota Jakarta Timur Klaim Kondisi Jalur Mudik Cukup Baik

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengatakan seluruh ruas jalan di wilayah Jakarta Timur yang bakal dilintasi pemudik kondisi baik.

Pemerintah Kota Jakarta Timur Klaim Kondisi Jalur Mudik Cukup Baik
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto mengatakan seluruh ruas jalan di wilayah Jakarta Timur yang bakal dilintasi pemudik dalam waktu dekat ini berada dalam kondisi baik.

Sejak pekan lalu, Uus menuturkan Dinas Bina Marga DKI dan Sudin Bina Marga Jakarta Timur sudah berupaya memperbaiki ruas jalan yang rusak dan berpotensi membahayakan pemudik.

"Kondisi struktur jalan saat ini sudah cukup baik. Sampai saat ini kondisi jalan cukup baik, kalau ada perbaikan-perbaikan sudah berjalan dari beberapa minggu lalu," kata Uus di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).

Di wilayah Jakarta Timur, Uus menyebut sejumlah ruas jalan yang bakal dilintasi pemudik yakni arteri Kalimalang, Jalan Raya Bekasi, Jalan Raya Bogor, Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai.

Menteri BUMN Hadiri Pelepasan Mudik Bareng di Area GBK

Absen Lawan PSIS Semarang, Pelatih Persija Jakarta Cadangkan Ismed Sofyan untuk Hadapi Bali United

Kebakaran Melalap Pabrik Kaus di Kemandoran, Dikerahkan 15 Unit Mobil Pemadam

Perihal arus lalu lintas, dia menyebut Sudin Perhubungan Jakarta Timur bakal berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI guna mencegah kemacetan parah terjadi.

"Insya Allah sudah aman untuk dilintasi. Kalau bisa mudiknya pakai kendaraan roda empat atau kendaraan umum, warga bisa menitipkan kendaraan pribadinya di kantor pemerintah. Insya Allah di kantor pemerintah akan dijaga keamanannya," ujarnya.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin memprediksi puncak arus mudik di jalur arteri Kalimalang terjadi antara H-3 atau H-2 sebelum hari raya Idul Fitri.

Merujuk data arus mudik tahun lalu, menurutnya pemudik, khususnya pengguna sepeda motor lebih memilih berangkat usai berbuka puasa dan menunaikan ibadah sahur.

"Kalau cek data di tahun sebelumnya itu H-3, itu yang maksimal atau H-2. Karena ada jeda satu hari bagi masyarakat untuk melaksanakan Salat Ied di kampungnya," tutur Sutimin. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved