Breaking News:

Cerita Dua Mahasiswa yang Kerja di Jakarta Fair Saat Libur Kuliah

Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair kembali digelar untuk yang ke-52 kalinya tahun ini dalam rangka menyambut HUT ke-492 DKI Jakarta

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Abraham Triargado (21), mahasiswa yang bekerja sebagai helper stan Teh Pucuk Harum di Jakarta Fair 2019, Kemayoran, Jakarta Pusat. 

"Dari helper, SPG (sales promotion girl), SPB (sales promotion boy), rata-rata mahasiswa semua. Ini emang lahannya mahasiswa sih," cetusnya.

David menyatakan, selama 5 tahun bekerja di Jakarta Fair, sudah banyak suka duka yang ia rasakan.

Di luar tugasnya sebagai penanggung jawab stan besar Teh Pucuk Harum, suasana pekerjaan yang dinamis dengan rekan kerja yang menyenangkan ia anggap sebagai suatu kesukaan.

"Sukanya itu, kita bisa kerja bareng temen-temen, rame-rame. Kadang juga kita bisa lihat banyak artis-artis, kita bisa nonton konser, banyak deh," ucapnya.

Namun, selama bertahun-tahun kerja di Jakarta Fair, David merasa waktunya lebih banyak dihabiskan di JI Expo dibanding di tempat lain.

David mengaku bisa bekerja dari pukul 9.00 WIB hingga pukul 3.00 WIB keesokan harinya.

Lantaran hal tersebut, David sering pulang ke rumah sekadar mengambil baju ganti.

"Kalo kita kerja pahit-pahitnya, kadang kita pulang cuman ngambil baju. Karena kan nungguin kelar running eventnya, jadi biasa mulai ekitar jam 9 pagi sampe jam 3 pagi besoknya," ucap dia.

Kendati demikian, David tetap memilih Jakarta Fair sebagai lahan mencari rezeki di saat kuliah sedang berhenti.

Segala rasa lelah itu menurut David akan terbayarkan pada akhirnya dengan upah Rp 6 juta lebih usai 40 hari kerja.

"Saya bisa lebih dari Rp 6 juta. Ya lumayan duitnya buat beli keperluan-keperluan diri sendiri," tandasnya.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved