Kembali ke Rumah Keluarga, Istri Terduga Pemilik Senjata Ilegal Lelang Perabot Rumah di Kontrakan

"Terakhir katanya ke Palembang. Ke rumah keluarganya," ujar Kaliman, ketua RT setempat saat ditemui di rumahnya.

Kembali ke Rumah Keluarga, Istri Terduga Pemilik Senjata Ilegal Lelang Perabot Rumah di Kontrakan
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kaliman, ketua RT 3 RW 9 Serua, Ciputat, Tangerang Selatan, di depan rumah Azwarmi tersangka kasus pembunuh bayaran, Rabu (29/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Setelah Azwarmi atau Army (44) ditangkap polisi di Bandara Soekarno-Hatta pada 21 Mei 2019 lalu atas sangkaan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan terlibat dalam rencana pembunuhan empat tokoh nasional, sang istri bersama tiga anaknya, pergi dari rumah kontrakannya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, sejak tiga tahun belakangan, Azwarmi dan Mely, istrinya, serta tiga anaknya, tinggal di sebuah kontrakan di bilangan RT 3 RW 9, Serua, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Sebelumnya, Mely serta anak-anak dijemput oleh saudara dari Azwarmi yang juga seorang anggota TNI ke rumahnya di bilangan Bogor, Jawa Barat.

Tetangga Tidak Heran, Azwarmi Terlibat Dugaan Kasus Kerusuhan 22 Mei

Sampai saat ini, Mely belum kembali lagi ke kontrakannya dan bahkan dikabarkan sudah berpindah ke Palembang, rumah keluarganya.

"Terakhir katanya ke Palembang. Ke rumah keluarganya," ujar Kaliman, ketua RT setempat saat ditemui di rumahnya, Minggu (2/6/2019).

Namun Kaliman mengatakan, Mely akan kembali ke Ciputat untuk mengurus kepindahan dari kontrakannya yang lama.

Kaliman memang mengaku sudah berkomunikasi dengan Mely untuk keperluan kependudukan.

"Nanti dia katanya habis lebaran balik lagi. Karena kan kontrakannya sudah habis. Ya ngurus kepindahan," ujarnya.

Ia juga mengatakan, beberapa barang perabotan rumah keluarga Azwarmi akan dilelang dan sudah ditunggu para tetangga.

"Jadi kaya motor, AC pada dibawa ke Bogor, diterusin saudaranya. Nah kaya kulkas itu warga sudah ada yang mesen, malah kontrakannya sendiri sudah ada yabgmau nempatin," paparnya sambil tertawa.

Kondisi rumah kontrakan yang satu-satunya menggunakan pendingin udara itu tidak berubah sejak dua pekan lalu setelah penangkapan pria yang belakangan diketahui sebagai sopir dari Kivlan Zein itu.

Sepeda kecil, rak sepatu, kursi plastik, pengki dan gantungan jemuran masih berada di tempatnya.

Hanya lantai yang semakin berdebu dan meteran listrik yang pulsanya semakin habis dari sekira dua pekan lalu 36,84 kwh, sekarang tersisa 28,15 kwh.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved