Jelang Lebaran, Penjual Beduk Musiman Padati Kawasan Tanah Abang

Menjelang lebaran, Jalan KH. Mas Mansyur yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati oleh para penjual beduk mesiman.

Jelang Lebaran, Penjual Beduk Musiman Padati Kawasan Tanah Abang
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Para penjual beduk yang berjualan di sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Menjelang lebaran, Jalan KH. Mas Mansyur yang berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati oleh para penjual beduk mesiman.

Mereka menjual beduk dengan beragam ukuran dan bahan dasar. Ada yang terbuat dari kulit sapi dan ada pula yang terbuat dari kulit kambing.

Para pedagang tersebut tampak memajang beduk dagangan mereka di sepanjang  Jalan KH. Mas Mansyur, baik yang mengarah ke Tanah Abang, maupun Karet Tengsing.

Ridho (55) salah satunya, ia mengaku sudah delapan tahun terakhir menjajakan beduk saat musim suci Ramadan.

"Jualan beduk sudah delapan tahun ini, memang jualannya pas bulan puasa aja, khususnya menjelang lebaran gini," ucapnya kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Ridho mengatakan, beduk yang ia jual merupakan hasil karyanya sendiri. Dalam sehari ia mengaku bisa membuat tiga sampai empat buah beduk.

"Kalau buatnya mah gampang, beduk berukuran kecil paling hanya 30 menit, kalau yang besar agak lama memang," ujarnya.

Ia mengaku, bahan untuk membuat beduk, seperti tong dan kulit sapi atau kulit kambing ia peroleh dari beberapa pemasok langganannya di sekitar kawasan Tanah Abang.

Dua Hari Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam dan Sapi di Tangerang Meroket

Doakan Ani Yudhoyono, Warga Slipi Jakarta Barat Ini Sengaja Datang ke TMP Kalibata

Persija Jakarta Akan Beri Denda ke Pemain yang Kelebihan Berat Badan

Harga yang dipatok untuk setiap beduk yang dijual Ridho beragam, mulai dari Rp 80 ribu sampai lebih dari Rp 2 juta.

"Rata-rata sih harganya Rp 80 ribu sampai Rp 1 juta, tergantung ukuran dan pakai kulit sapi atau kambing," kata Ridho.

Dijelaskan Ridho, beduk berbahan dasar kulit sapi biasanya cenderung lebih mahal karena memiliki ketebalan yang lebih dibandingkan kulit kambing.

"Kalau dari kulit sapi dan beduknya terbuat dari kayu harganya bisa Rp 2 juta lebih," ucapnya.

Meski demikian, ia menjelaskan, beduk yang terbuat dari bahan kulit kambing cenderung menghasilkan bunyi lebih nyaring.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved