Sepi Pembeli, Pedagang Beduk Musiman Keluhkan Penghasilan yang Menurun Drastis

Ia pun mengaku tidak mengetahui pasti penyebab penurunan penjualan beduk di tahun 2019 ini dibanding sebelumnya.

Sepi Pembeli, Pedagang Beduk Musiman Keluhkan Penghasilan yang Menurun Drastis
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Para penjual beduk yang berjualan di sepanjang Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Dua hari menjelang hari raya Idul Fitri, para pedagang beduk musiman di kawasan Tanah Abang kian marak.

Meski demikian, para pedagang tersebut mengeluhkan lesunya penjualan beduk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan oleh Ridho (55), pedagang beduk musiman di Jalan KH. Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Tak tanggung-tanggung, ia mengaku tahun ini penjualan beduk menurun 50 persen dibandingkan tahun lalu.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini lesu banget, penjualan menurun drastis," ucapnya kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Ia menjelaskan, tahun lalu bisa menjual lebih dari 200 buah beduk selama bulan suci Ramadan.

"Tahun lalu selama sebulan itu bisa laku 200 lebih beduk, tapi tahun ini sampai sekarang paling 90 sampai 100 saja," ujarnya.

Jelang Lebaran, Penjual Beduk Musiman Padati Kawasan Tanah Abang

Ia pun mengaku tidak mengetahui pasti penyebab penurunan penjualan beduk di tahun 2019 ini dibanding sebelumnya.

"Enggak tahu ya kenapa turun penjualannya, yang pasti pelanggan tahun ini jauh berkurang jadi penghasilan juga menurun," kata Ridho.

Hal senada turut disampaikan oleh Ujang (33), meski tahun ini penghasilannya menurun drastis dibanding tahun sebelumnya, ia masih tetap bersyukur masih ada pemasukan yang bisa ia gunakan untuk lebaran tahun ini.

"Ya walau sepi, tapi syukuri saja karena masih bisa dapat pemasukan juga untuk lebaran sama keluarga," ucapnya.

"Untung saya asli betawi, jadi enggak mudik jauh-jauh," tambahnya sambil tertawa.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved