Ani Yudhoyono Meninggal

SBY Ziarah ke Pusara Ani Yudhoyono Saat Lebaran: Lebaran Berat Demokrat, Kesaksian Penjaga Makam

Almarhumah Ani Yudhoyono dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Minggu (2/6/2019). SBY hari ini berziarah ke makam istrinya.

SBY Ziarah ke Pusara Ani Yudhoyono Saat Lebaran: Lebaran Berat Demokrat, Kesaksian Penjaga Makam
Tangkapan video
Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyikapi hasil rekapitulasi suara nasional Pemilu 2019 yang diumumkan KPU RI. 

Tiga hari setelah dikebumikan, kini kondisi makam Ani telah ditata layaknya makam-makam yang lainnya.

Kondisi makam Ani Yudhoyono saat dijumpai Grid.ID pada Selasa (4/5/2019).
Pada pantauan Grid.ID, makam Ani Yudhoyono masih banyak ditaburi bunga oleh para penziarah dan juga tenda untuk pelayat masih terpasang di makam ibu Ani.

Namun di sana papan bunga turut berduka cita sudah mulai dibawa oleh petugas makam.

Dituturkan penjaga makam tak ada yang spesial dari makam Ani Yudhoyono, perawatan pun sama dengan makam-makam lainnya yang terdapat di blok tersebut.

"Iya sama aja ko, kita rapikan seperti makam pahlawan lainnya, ini aja udah mau rapikan kursi dan tendanya," ucap petugas makam.

Diketahui Ani Yudhoyono meninggal karena mengidap penyakit kanker darah. Sebelumnya Ani Yudhoyono dirawat selama tiga bulan National University Hospital, Singapura.

Lebaran Terberat Partai Demokrat

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019).
Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ditemui awak media sebelum meninggalkan Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Kepergian Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono masih sangat terasa bagi Partai Demokrat.

Mendiang Ani Yudhoyono yang wafat pada Sabtu (1/6/2019) lalu, meninggalkan duka mendalam tidak hanya untuk keluarga Susilo Bambang Yudhoyono.

Tetapi juga untuk keluarga besar partai berlambang Mercy tersebut.

Kepala Divisi Hukum dan Advokasi Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean menjelaskan, lebaran tahun ini menjadi yang paling berat dirasakan.

"Iya, ini lebaran kami yang terberat. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk partai," katanya kepada Tribun, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Ia mengatakan pada Minggu (2/6/2019) malam, dirinya ikut dalam pertemuan dengan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono di dalam rumah.

Saat itu, dia melihat baik SBY maupun kedua anaknya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono masih sangat terpukul atas kepergian ibunya.

Ia mengaku, saat malam itu, AHY mengatakan tidak ada lagi orang tua yang lengkap untuk prosesi sungkeman saat lebaran.

Temani dan Hibur Sampai Jam 12 Malam, Jansen Sitindaon Ungkap Kondisi SBY: Beberapa Kali Nangis

Wali Kota Airin Kagumi Sosok Ani Yudhoyono: Pendamping Bisa Berkarya

Bagikan Momen Bersama Ani Yudhoyono, Ibas: Flamboyan Telah Pergi Tapi Memo Akan Selalu di Hati

Protes Pernyataan Prabowo soal Sikap Politik Ani Yudhoyono, SBY: Tolong Mengerti Perasaan Kami

Ungkap Masakan Favorit Ani Yudhoyono di Warteg Yogyakarta, Wartawan Senior Buat Pembawa Acara Heran

SBY pada lebaran tahun ini, juga berencana untuk tidak melakukan "Open House" di Cikeas karena suasana masih berduka.

"Mas Agus bilang, akan ada yang kurang saat sungkem dengan orangtuanya. Rencananya, tidak open house di hari raya," jelas dia.

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan bahwa SBY ingin menenangkan pikiran di Cikeas.

"Tadi malam kami berdiskusi untuk beliau coba menata hati sampai mungkin satu minggu di Cikeas dan satu minggu di Kuningan. Itu yang kami sempat diskusikan tadi malam," kata Hinca di Puri Cikeas.

Saat ini, dikatakan Hinca, mental SBY masih belum stabil usai wafatnya sang istri Ani Yudhoyono.

"Beliau masih perlu menata ya, kadang kalau kita berbicara tentang Bu Ani beliau masih menangis. Di sanalah kami mencoba menghibur," lanjutnya.

Meski dalam keadaan berduka, SBY masih akan menerima beberapa kolega atau kerabat yang akan melayat ke kediamannya.

"Tentu jika ada ada tamu datang, tidak mungkin ya tidak diterima karena mungkin saja belum sempat karena masih di luar kota, semua tidak memungkinkan dan sekarang kami semua ada di sini. Karena kemarin ada di Singapura jadi belom sempat," pungkasnya.

Sebelumnya, kedua putera Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), tampak khusyuk dalam lantunan ayat-ayat suci yang dibacakan di tahlilan wafatnya ibunda mereka, Ani Yudhyono, di Puri Cikeas, Bogor, Senin (3/6/2019).

AHY dan Ibas, sapaan karib Edhie Baskoro, menengadahkan tangan, simbol berdoa ketika nama Ani Yudhyono disebutkan dalam doa.

Sementara itu, SBY yang duduk di samping AHY, tampak tegar dan khusyuk mengucap amin.

Kedua tangannya juga menengadah.

Dalam tahlilan tersebut, hadir pula eks Waprea RI Boediono dan Hatta Rajasa selaku perwakilan keluarga besan dari SBY.

Tahlilan sendiri digelar sekira pukul 20.20 WIB, seusai salat isya dan salat tarawih.

Jemaah yang hadir di tahlilan tersebut tak hanya para tokoh dan pejabat, tetapi juga ada dari masyarakat sekitar dan rombongan majelis taklim. (Tribunnews.com/Grid.id)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved