Wali Kota Bekasi : Gunakan Medsos untuk Silaturahmi Bukan Sebar Hoaks

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memaknai lebaran sebagai momen penting bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan teman

Wali Kota Bekasi : Gunakan Medsos untuk Silaturahmi Bukan Sebar Hoaks
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memaknai lebaran sebagai momen penting bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat dan teman. Dalam tradisinya, silaturahmi dilakukan dengan mengunjungi rumah orang yang lebih tua.

Namun untuk keluarga, kerabat atau teman yang tidak bisa didatangi, media sosial bisa jadi solusi untuk mengirim pesan atau menyebar kebaikan di momem lebaran ini.

"Kegiatan religius yang menurut saya itu adalah sebuah jalinan, kita bisa berkomunikasi dengan keluarga teman kerabat, yang tidak bisa kita kunjungi dengan tatap muka kita bisa melalui medsos (media sosial) tentu ini sangat baik bukan menggunakan medsos untuk hoax segala macem-macem," kata Rahmat saat dijumpai di kediamannya, Kamis (6/5/2019).

Instagramable, Magic Art 3D Museum Alternatif Pilihan Libur Lebaran di Kota Tua

BERITA FOTO: Lebaran Hari Kedua, Jalanan Kota Tangerang Sangat Lengang

Berkah Hari Lebaran Jadi Ojek Online, Dwiyantoro Akui Kerap Dapat Tip Besar dari Pelanggan

Untuk lebaran kali ini, Rahmat mengaku telah mengagendakan kegiatan silaturahmi. Pada hari pertama dan kedua dia menggelar open house di kediamannya di Perumahan Pondok Pekayon Indah, Blok DD RT 01/01, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

"Kita mah enggak kemana-mana, ke ibu mertua kan sudah meninggal, ke bapak mertua kemarin sudah abis salat id di Rawapanjang sudah selesai. Keluarga besar saya ada di belakang rumah, adik-adik saya pada kumpul di situ, ada kakanya ibu sama adik-adiknya ibu juga deket-deket sini," paparnya.

Untuk libur lebaran tahun ini, dia mengaku belum memiliki rencana untuk mengambil cuti agar dapat berlibur dengan keluarga.

"Ya bagi-bagi aja kaya sekarang gini juga sudah pada kumpul anak saya juga sudah pada besar-besar, mereka sudah sama keluarganya juga. Cuti itu biasanya diambil pada cuti urusan penting, seperti ibadah umroh, selain dari pada itu enggak ada kepala daerah itu cuti kaya pegawai," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved