Lebaran 2019
Wisata Situ Lengkong Masih Menjadi Pilihan Warga Ciamis Kala Libur Lebaran
Libur lebaran dan bingung mau kemana? Yuk coba ke Situ Lengkong di Kabupaten Ciamis
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM, KABUPATEN CIAMIS - Libur lebaran masih panjang, sebagian orang memanfaatkannya untuk wisata.
Bagi warga Kabupaten Ciamis, wisata Situ Lengkong bisa menjadi salah satu pilihan.
Berlokasi di Panjalu, Kabupaten Ciamis. Situ Lengkong tak pernah sepi pengunjung pada hari libur termasuk lebaran.
Tiket masuk relatif murah, untuk mobil di banderol Rp 20 ribu rupian sedangkan motor Rp 10 ribu rupiah.
Biasanya, pengunjung datang ke Situ Lengkong untuk mencoba naik perahu yang mengelilingi pulau di tengahnya.
Ada dua macam yang bisa dicoba, perahu mesin dan perahu dayung.
Keduanya memiliki harga yang berbeda.
Untuk perahu dayung sekali jalan dikenakan biaya Rp 10ribu/orang.
Sedangkan, perahu mesin sedikit lebih mahal yakni Rp 15ribu/orang.
Hal lain yang membedakan perahu dayung dan mesin adalah kecepatan jalannya.
Pada perahu mesin, pengunjung hanya tinggal duduk diam saja menikmati pemandangan yang dilewati..
Namun, untuk perahu dayung pengunjung harus mendayung perahu agar bisa jalan dan kembali ke tempat semula.
Untuk kapasitas, satu perahu bisa memuat kurang lebih 10-15 orang dalam sekali jalan.
Selain menggunakan perahu dayung dan mesin, pengunjung dapat mencoba perahu angsa yang bisa gowes sendiri.
Hanya saja, harga yang dibanderol lebih mahal dari perahu biasa.
Satu perahu angsa bisa mencapai Rp 25ribu/dua orang dan sepuasnya.
Ketika musim liburan, harga sewa perahu angsa lebih mahal dari hari biasa.
• Tidak Libur Saat Lebaran, Pedagang Bakso Ini Kebanjiran Pelanggan
• Mengenal Botram, Istilah Makan-makan Bersama Versi Orang Sunda
Selain untuk tempat wisata, Situ Lengkong dijadikan sebagai tempat ziarah.
Pasalnya, pulau yang berada di tengah merupakan peninggalan sejarah.
Bernama pulau Nusa Gede, di dalamnya terdapat makam Prabu Hariang Kencana atau Sayyid Ali bin Muhammad bin Umar.
Dilansir dari berbagai sumber, Prabu Hariang Kencana adalah penyebar agama Islam di Ciamis dan merupakan Raja Panjalu.
Untuk menyeberang ke Pulau Nusa Gede, peziarah harus menyewa perahu.
Biasanya, perahu yang disewa sudah termasuk pulang pergi ke pinggir telaga.
Rombongan peziarah bisa datang dari mana saja, bahkan dari daerah jauh sekalipun.
Menurut keterangan warga setempat, peziarah paling sering berasal dari daerah Jawa.
Namun tidak sedikit yang berasal dari seberang pulau, misalnya Kalimantan dan Sulawesi.
Kuliner di tempat wisata Situ Lengkong juga wajib dicoba.
Sepanjang jalan menuju pinggir telaga dipenuhi orang berjualan makanan dan suvenir.
Makanan seperti cilok, sosis bakar, bakso, rujak dan lain sebagainnya dapat mudah dijumpai.
Sama halnya dengan suvenir, seperi kalung, gelang, baju khas, dan barang antik tersedia hampir di setiap sudut tempat wisata Situ Lengkong.
Libur lebaran membuat wisata Situ Lengkong selalu penuh setiap tahunnya.
Seperti yang dijelaskan oleh Haris, petugas jaga peron depan wisata.
Ia menjelaskan bahwa pasca lebaran pengunjung selalu ramai dibanding hari biasanya.
"Kalau hari lebaran lumayan banyak pengunjungnya dibanding hari biasa, umumnya lebih banyak orang wisata daripada berziarah," jelas Haris ketika ditanya kenaikan pengunjung saat lebaran.
Haris menambahkan, ramai pengunjung dimulai saat H-5 lebaran.
"Kenaikan pengunjung enggak bisa diprediksi, bahkan bisa menurun," aku Haris.
Ketika ditanya apakah sering ada turis asing yang datang berwisata, Haris menjawab pernah namun jarang terjadi.
Ia berharap semoga setiap tahunnya pengunjung semakin banyak dan ramai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/perahu-di-wisata-situ-lengkong.jpg)