Lebaran 2019

FOTO Menengok Momen Sepinya Pasar Ciputat di Hari Lebaran

"Masih sepi pasar, yang jualan masih pada di kampung. Ini masih mending ada yang jualan," ujar Suryana

FOTO Menengok Momen Sepinya Pasar Ciputat di Hari Lebaran
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Seorang pedagang sayur tertidur duduk menjaga dagangannya di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pasar Ciputat sudah seperti menjadi nadi kehidupan warga Ciputat, bahkan Tangerang Selatan (Tangsel) secara umum. Ramainya orang dari mulai pedagang, pembelinya, hilir mudik angkot, kendaraan pribadi, menjadi hal yang tak terpisahkan.

Pasar Ciputat membentang sepanjang Jalan H. Usman, kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat. Dari seberang Masjid Agung Al Jihad sampai ke perbatasan dengan Jalan Aria Putra.

Jalan sekira 500 meter itu biasanya dipenuhi pedagang sayur-sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, daging ayam sampai sapi dan juga ikan-ikanan.

Pembeli yang datang pun seolah tak putus 24 jam. Dari pagi sampai sore, bisa dipastikan pembeli ramai di semua lapak dagangan.

Beberapa lapak pedagang tutup di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2019).
Beberapa lapak pedagang tutup di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Dari Magrib sampai sekira pukul 22.00 WIB, pasar tersebut seperti memiliki jeda. Pedagang dan pembeli mulai sepi, walaupun arus lalu lintas tetap ramai.

Sebab saat sore dan malam hari, Jalan Usman seperti menjadi alternatif pengendara yang menghindari kemacetan di kolong flyover.

Jajaran ikan gurame yang dijajakan pedagang ikan pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2019).
Jajaran ikan gurame yang dijajakan pedagang ikan pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (7/6/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Pukul 22.00 WIB ke atas, Pasar Ciputat kembali berdenyut. Sayur-mayur dalam jumlah besar dikirim ke pasar yang dulunya merupakan terminal itu.

Menggunakan mobil bak terbuka, biasanya kol, terung, timun, sawi dan jenis sayuran lainnya mulai dikirim dari pasar induk.

Pedagang sayur keliling pun mulai belanja untuk selanjutnya mereka dagangkan kembali ke kampung-kampung dan perumahan.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved