Saat Berkunjung Ke Taman Burung TMII, Jangan Lupa Ikuti Feeding Show

Terdapat 1.300 ekor dari 160 jenis burung yang ada di Indonesia dan luar negeri seperti Brazil dan China hidup di Taman Burung.

Saat Berkunjung Ke Taman Burung TMII, Jangan Lupa Ikuti Feeding Show
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana di Taman Burung TMII. Burung-burung akan berkumpul di bawah ketika diberi makan, Jumat (7/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adakan feeding show untuk pengunjung.

Feeding show merupakan pemberian makan pada burung yang ada di area Taman Burung seluas 6 hektar. Burung-burung tersebut merupakan burung yang sudah dilatih dan dilepas bebas di area Taman Burung.

Tak hanya itu, feeding show juga diperuntukkan untuk burung air dalam bentuk atraksi yang dibuka setiap harinya pukul 11.30 WIB.

Pemberian makan itu juga untuk Burung Rangkong yang dibuka setiap hari pukul 09.00-15.00 WIB.

"Untuk kenyaman pengunjung kita sediakan atraksi pemberian pakan. Di situ pengunjung juga bisa memberi makanan untuk para burung. Atau pengunjung juga bisa memberi makan burung yang ada di dalam kubah," jelas Kepala Unit Taman Burung, dr Muhammad Pitter Kombo, Jumat (7/6/2019).

Hanya dengan bermodalkan Rp 5-10 ribu, para pengunjung dapat memberikan makanan untuk burung yang ada di Taman ini.

Kepala unit Taman Burung TMII, dr Muhammad Pitter Kombo
Kepala unit Taman Burung TMII, dr Muhammad Pitter Kombo (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Terdapat 1.300 ekor dari 160 jenis burung yang ada di Indonesia dan luar negeri seperti Brazil dan China hidup di Taman Burung.

"Untuk makannya kita sediakan di dalam. Jadi pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar untuk hewan-hewan di sini. Saat ini di sini 94% jenis burung asli Indonesia dan enam persennya dari luar," sambungnya.

Saat ini, 3 kubah raksasa di Taman Burung merupakan kubah terbesar se-Asia Tenggara.

Kalahkan Ganda Putri Nomor 1 Dunia, Greysia/Apriyani ke Semifinal Australian Open 2019

Jadi Transportasi Favorit Warga Jakarta, Penumpang MRT Meningkat Usai Lebaran

Warga Korban Kebakaran di Cakung Berharap Ada Bantuan Lain Buat Bangun Rumah

Oleh karena itu, ketika burung yang ada di dalam kubah raksasa tersebut sakit jarang terdeteksi dini. Ketika burung berada di bawah barulah para penjaga satwa tahu burung tersebut dalam kondisi sakit.

"Selama saya di sini, kendala yang biasanya terjadi adalah ketika ada burung di dalam kubah raksasa sakit yang terlambat diketahui. Karena kubah yang besar, burung yang sifatnya terbang. Para penjaga satwa biasanya baru mengetahui burung tersebut sakit ketika sudah turun ke bawah. Sejauh ini hanya itu kendalanya, sisanya aman," tandas Kombo.

Pantauan TribunJakarta.com, saat di dalam kubah para pengunjung juga dapat memberikan makan ke burung-burung dan mereka akan otomotis turun ke bawah dari yang tadinya berterbangan di atas kubah.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved