Bea Cukai Tingkatkan Pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta Selama Libur Lebaran

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengamanan dan pengawasan peredaran obat-obatan terlarang seperti sabu selama libur lebaran 2019.

Bea Cukai Tingkatkan Pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta Selama Libur Lebaran
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Sederet barang bukti kaos polos berisikan sabu yang disita jajaran Bea Cukai di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (18/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta meningkatkan pengamanan dan pengawasan peredaran obat-obatan terlarang seperti sabu selama libur lebaran 2019.

Lantara percobaan penyelundupan narkotika jenis sabu dan jenis lainnya masih sering terutama di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Dari data yang didapatkan, dalam kurun waktu satu bulan, petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan lima upaya penyelundupan narkotika yang berasal dari berbagai negara.

Hasil penegahan tersebut, petugas mengamankan narkoba berupa Methamphetamine dan Ketamine dengan total berat 6,416 gram.

Dari kelima kasus tersebut, petugas mengamankan lima orang pelaku yang semuanya adalah warga negara asing (WNA).

"Libur lebaran kami justru semakin meningkatkan kewaspadaan. Para pelaku mencoba disaat liburan, petugas banyak cuti dan pulang kampung, perkiraan mereka kita lengah, tapi kita justru menguatkan pengamanan," kata Kabid Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Aritonang, Sabtu (8/6/2019).

H+3 Lebaran, Arus Balik Belum Terjadi di Terminal Bantuan Lebak Bulus

Ia melanjutkan, dalam menghadapi tingginya volume penumpang dan barang pihaknya berkoordinasi dengan Polri untuk bersiaga dalam upaya memberantas masuk dan beredarnya barang haram tersebut.

"Strategi dan teknik yang selalu terbaru, serta kerja sama yang baik antar aparat di titik-titik masuk kedatangan penumpang menjadi poin penting dalam upaya penegahan dan pemberantasan," kata Hengky.

Ia menegaskan berdasarkan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika para pelaku diancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 miliar.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved