Breaking News:

Beredar Hoaks Struk Tol Hilang Tidak Dapat Asuransi dan Derek Gratis, Ini Penjelasan Jasa Marga

Jasa Marga meluruskan informasi hoaks atau tidak benar di media sosial terkait fasilitas derek dan asuransi.

Istimewa
Kabar Hoaks terkait fasilitas derek dan asuransi yang beredar di sosial media. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Jasa Marga memastikan infomasi di media sosial, terkait pengguna jalan yang menghilangkan struk pembayaran tol kemudian tidak mendapatkan asuransi dan fasilitas derek gratis, merupakan tidak benar atau hoax.

Corporate Communication Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, hal-hal yang diinfokan dalam berita hoax tersebut, adalah tidak benar dan berpotensi membingungkan pengguna jalan tol.

"Biaya tol yg dibayarkan pengguna jalan tol hanya untuk membayar jasa jalan tol, tidak dibebankan tambahan biaya premi asuransi. Sehingga tidak ada manfaat asuransi yang dapat diklaim oleh pengguna jalan tol, dengan menunjukkan struk bukti transaksi tol," kata Irra dalam keterangan persnya Sabtu (8/6/2019).

Sejak Kemarin, 242 Sepeda Motor Peserta Mudik Gratis Pemprov DKI Dikirim ke Terminal Pulo Gadung

Demi Cari Nafkah, Emon Tunda Mudik Lebaran ke Cirebon

Menhub Imbau Pengendara Tidak Terlalu Lama Berhenti di Rest Area

Dia menambahkan, jaminan layanan derek gratis juga tidak perlu menunjukkan struk transaksi tol. Seluruh pengguna jalan tol berhak atas fasilitas yang diberikan oleh Jasa Marga, termasuk fasilitas derek gratis hingga pintu keluar terdekat.

Namun jika pengguna jalan memiliki kebutuhan untuk diantar derek sesuai tempat tujuan, pihak Jasa Marga baru akan mengenakan tarif resmi yang telah ditetapkan sesuai mobil derek yang dioperasikan.

"Jika pengguna jalan tol mengalami masalah dengan kendaraannya. Fasilitas diberikan tanpa harus menunjukkan struk bukti transaksi tol," ungkap Irra.

Struk bukti transaksi tol kata Irra berfungsi sebagai bukti penelusuran infomasi kendaraan melintas di ruas tol dan besaran tarif tol yang dikenakan.

"Jika terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan saat di jalan tol, agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat menangani dengan baik dan cepat, tentunya diperlukan bukti ruas jalan tol yang dilewati beserta waktunya, yang dapat diketahui dari struk bukti transaksi tol," kata Irra.

Dia juga menyarankan pengguna jalan dapat menghubungi layanan call center 14080 milik Jasa Marga jika terjadi sesuatu yang darurat. Petugas akan langsung mengecek lokasi dan memberikan bantuan sesuai standar opersional yang berlaku.

"Disarankan langsung menghubungi call center 14080 beroperasi 24 jam petugas akan segera mendatangi lokasi," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved