Pemilu 2019

4 Menteri Jokowi Diprediksi Gagal ke Senayan, Pengamat Politik: Kebijakan Mereka Tak Sesuai Rakyat

Empat menteri kabinet kerja Presiden Jokowi diprediksi kuat gagal melaju ke Senayan.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berfoto bersama anggota Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/10/2014). Para menteri yang memperkuat Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK secara resmi dilantik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Empat menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo diprediksi kuat gagal duduk menjadi anggota legislatif di DPR RI.

Prediksi tersebut berdasarkan hasil perhitungan suara sementara di Pileg 2019.

Dari keempat menteri tersebut, tiga diantaranya berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakni Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo.

Satu menteri lainnya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pengamat politik Hendri Satrio lantas membeberkan alasan, keempat menteri Jokowi tersebut dapat gagal menjadi anggota legislatif DPR RI.

Hal tersebut disampaikan Hendri Satrio saat menjadi narasumber di acara Laporan Utama, TV One, pada Sabtu (8/6/2019).

Awalnya Hendri Satrio menjelaskan menteri yang lolos, adalah sosok yang kerap bertemu langsung dengan masyarakat.

"Yang akan dilihat di masyarakat adalah siapa yang pertama kali muncul atau siapa yang paling sering bertemu dengan mereka," kata Hendri Satrio dikutip TribunJakarta.com dari TV One.

Jan Ethes Ditanya Kaesang Pangarep Kerjaan Gibran Rakabuming, Jokowi Malah Terpingkal

Raffi Ahmad Pajang Foto Nagita Slavina Tidur di Pesawat, Komentar Pedangdut Ini Tuai Perdebatan

TONTON JUGA

"Kalau tidak bertemu dengan rakyat tidak melakukan blusukan dapat dipredisikan mereka gagal," tambahnya.

Hendri Satrio mengatakan meski keempat menteri tersebut populer, namun mereka tetap gagal.

Ia menjelaskan hal itu mungkin terjadi karena kebijakan yang dilaksanakan keempat menteri tersebut selama menjabat tak sesuai dengan keinginan rakyat.

"Padahal kan mereka sudah satu langkah sudah populer itu artinya selama mereka menjadi menteri mereka tidak melaksanakan kebijakan-kebijakan yang diinginkan oleh rakyat," jelas Hendri Satrio.

Dikritik Pengamat Sembunyikan Bukti di Sidang MK, Pengacara BPN Akui Khawatir Saksinya Diusik

Rayakan Lebaran di Mekkah, Penampilan Atta Halilintar saat Mohon Ampun di Kabah Diperbincangkan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved