Pilpres 2019

Dikritik Pengamat Sembunyikan Bukti di Sidang MK, Pengacara BPN Akui Khawatir Saksinya Diusik

Feri Amsari mengkritik langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyembunyikan alat bukti yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK.

Dikritik Pengamat Sembunyikan Bukti di Sidang MK, Pengacara BPN Akui Khawatir Saksinya Diusik
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba di makam Soeharto dan Tien Soeharto di Astana Giribangun, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Senin (27/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari mengkritik langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyembunyikan alat bukti yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam gugatan sengketa Pilpres 2019.

Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Ali Lubis langsung menanggapi kritikan tersebut.

Perdebatan itu terjadi saat Feri Amsari dan Ali Lubis hadir sebagai narasumber di acara Mencari Pemimpin, Kompas TV.

Dikutip TribunJakarta.com dari Tribunnews Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Nicolay Apriliando mengatakan bukti yang akan disampaikan di persidangan mendatang akan membuat publik terkejut.

"Pada saat pembuktian dipersidangan teman-teman lihat sendiri. Pasti akan tercengang," kata Nicolay Apriliando.

Sementara itu mulanya Feri Amsari  menyebut Kubu Jokowi-Maruf Amin dan Kubu Prabowo-Sandiaga tak lagi 'ribut' setelah putusan MK keluar.

"Saya pikir harus ya, karena putusan MK itu sudah final ya, final and binding, mengikat, mengikat siapa saja yang ikut dalam keputusan itu," ujar Feri Amsari dikutip TribunJakarta.com pada, Minggu (9/6/2019).

"Nah begitu MK sudah memutus, tidak ada lagi cerita, untuk mengomentari hal hal yang tidak berkaitan dengan putusan MK."

"Langkah kubu BPN maju ke Mahkamah Konstitusi, kan sudah disambut oleh kedua belah pihak yang benar, konsekuensinya tidak ada langkah lagi selain itu, tidak ada lagi turun ke jalan, dan ini penting bagi kedua kubu untuk mengatakan pada pendukung masing-masing bahwa hentikan segala proses di luar Mahakamah Konstitusi, mari buktikan di sana."

"Karena kan begini, kedua belah pihak boleh saja menuduh, misalnya kubu 02 menuduh kecurangan. 01 mengatakan tidak cukup bukti, tetapi semua itu harus dibuktikan di Mahkamah Konstitusi, bagaimana tuduhan-tuduhan itu," tambah Feri Amsari.

Halaman
1234
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved