Aksi 22 Mei

Fauka Noor Farid Akui Kenal Abdul Gani, Tapi Bukan Anggota Garda Prabowo

Fauka Noor membantah Abdul Gami anggota Garda Prabowo bentukannya. Namun ia mengenal Abdul Gani.

Fauka Noor Farid Akui Kenal Abdul Gani, Tapi Bukan Anggota Garda Prabowo
TribunJakarta/Bima Putra
Fauka Noor Farid saat ditemui di Jakarta Timur, Senin (10/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid, menampik bila Abdul Gani yang kini ditahan di Polda Metro Jaya atas dugaan terlibat kerusuhan 22 Mei merupakan anggota Garda Prabowo bentukannya.

Fauka menyebut Abdul Gani bukan anggota Garda Prabowo karena dia belum menyetujui keanggotaannya sehingga tak mengantongi kartu anggota Garda Prabowo.

"Untuk menjadi anggota kan pertama harus ada kartu anggota, yang kedua harus ada SK. Jadi saya memang kenal, tapi dia belum jadi anggota," kata Fauka di Jakarta Timur, Senin (10/6/2019).

Perihal pernyataan Abdul Gani sebagai panglima Garda Prabowo, Fauka menuturkan hal itu hanya merupakan pernyataan sepihak yang tak berdasar.

Sebagai Ketua Garda Prabowo yang merupakan kelompok relawan pendukung paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi untuk menjaga nama baik Prabowo.

"Kalau Abdul Gani itu kan Cobra itu ya. Kalau terus kemudian mengaku dirinya anggota, terus kemudian panglima itu kan dari dirinya sendiri yang mengangkat dirinya sebagai panglima besar," ujarnya.

Fauka menyebut tak pernah menganjurkan anggota Garda Prabowo turut serta dalam aksi di depan Bawaslu.

Menurutnya kehadiran masyarakat dalam aksi yang berujung rusuh dan menimbulkan korban jiwa itu didasari niat masing-masing individu yang tak puas atas penghitungan Pilpres 2019.

"Kalau toh kemudian ada anggota saya yang mengaku itu kan hak rakyat.
Yang jelas saya tidak pernah perintahkan untuk hadir," tuturnya.

Abdul Gani yang juga bekas anak buah Hercules Rozario Marshal meringkuk di sel tahanan Mapolda Metro Jaya karena diduga mengerahkan massa dari berbagai daerah dalam aksi 22 Mei lalu.

Massa yang dikerahkan itu dikabarkan berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Maluku.

Penulis: Bima Putra
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved