Mengenal Batik Kawung yang Dikemas Lebih Modern, Dulu Hanya Dipakai Raja dan Ningrat

"Batik Kawung ini dulu kan motifnya cuma boleh dipakai oleh kalangan raja - raja dan ningrat, tapi kini sudah bisa dipakai oleh siapa saja," ujar Suge

Mengenal Batik Kawung yang Dikemas Lebih Modern, Dulu Hanya Dipakai Raja dan Ningrat
TribunJakarta/Anisa Kurniasih
Koleksi Gee Batik by Sugeng Waskito dalam Closing fashion show Ramadan Runway 2020 di Kota Kasablanka 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Batik identik menjadi pakaian yang bisa digunakan untuk momen resmi atau formal bagi pria maupun wanita.

Motif batik yang sangat beragam pun pada zaman dahulu dianggap memiliki makna khusus yang boleh digunakan untuk orang masing-masing kalangan.

Seperti batik Kawung contohnya, dimana batik khas Jogjakarta ini dulunya hanya boleh dikenakan oleh kalangan keraton dan raja-raja.

Namun kini, seiring berjalannya waktu aneka motif batik bisa dikreasikan dengan motif kontemporer dengan penuh kreatifitas.

Salah seorang desainer bernama Sugeng Waskito asal Jogja contohnya, yang membuat karya desain busana batik Kawung dengan tema Jamrud Khatulistiwa.

Ia menganggap bahwa kini batik sudah lebih ramah oleh semua kalangan sehingga bisa dikreasikan menjadi sedemikian rupa.

"Batik Kawung ini dulu kan motifnya cuma boleh dipakai oleh kalangan raja - raja dan ningrat, tapi kini sudah bisa dipakai oleh siapa saja," ujar Sugeng Waskito di Kota Kasablanka dalam even Closing Fashion Show Ramadan Runway 2020, Minggu (9/6/2019).

Dalam edisi nuansa Ramadan dan Idul Fitri, Sugeng telah memamerkan sembilan tampilan busana batik Kawung yang dirancang dengan model baju muslim di Ramadan Runway 2020.

Konsep warna hijau dan cokelat mendominasi karyanya yang bermakna alam.

Puncak Kepadatan Pengunjung Kota Tua Terjadi Saat H+4 Lebaran

Puan Maharani Blak-blakan Soal Minatnya Bersaing di Pilpres 2024, Penonton Sontak Tepuk Tangan

Pemkot Tangsel Harap Pendatang Miliki Keahlian Ekonomi Kreatif

Model blouse dan kaftan yang simpel dihadirkan untuk memudahkan para wanita khususnya ibu muda untuk mengenakannya.

"Kami pilih model yang simpel biar para ibu muda itu gak ribet pakainya, karena model seperti itu memang diminati," kata Sugeng.

Proses pembuatan batik Kawung menggunakan teknik tulis di atas kain sutera yang memakan waktu tiga bulan.

Motif Kawung yang sangat khas nampak jelas terlihat dicampur dengan motif kontemporer yang membuat tampilan busananya semakin modern.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved