Persoalan Obesitas Jadi Sorotan, Ini Enam Megatren Perkembangan Gizi di Asia

Terkait kualitas bukan kuantitas, terjadi peralihan kebutuhan "makanan lebih" menjadi "makanan lebih baik".

Persoalan Obesitas Jadi Sorotan, Ini Enam Megatren Perkembangan Gizi di Asia
Istimewa
Makanan sehat dan bergizi untuk anak sekolah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cargill melaporkan, terjadi enam megatren dalam perkembangan gizi di Asia.

Khususnya terkait perubahan diet.

Enam megatren itu, dalam laporan "Food for Thought-Eating Better" yang dirilis bersama Economist Intelligence Unit (EIU), mencakup kualitas bukan kuantitas (quality not quantity) serta urbanisasi dan pendapatan (urbanisation and income).

Kemudian obesitas dan nutrisi mikro (obesity and micro nutrients), hasil yang menimpang (diverging outcomes), kesadaran gizi yang rendah (low nutritional awareness), serta iklan dan media sosial (advertising and social media).

Terkait kualitas bukan kuantitas, terjadi peralihan kebutuhan "makanan lebih" menjadi "makanan lebih baik".

Diprediksi akan menjadi prinsip hingga beberapa tahun ke depan.

"Peningkatan dalam pendapatan per kapita dan grafik asupan kalori menunjukkan, pertumbuhan signifikan dalam jumlah makanan yang dikonsumsi. Dengan sebagian besar negara mengonsumsi lebih dari 2.500 kalori per kapita setiap hari," demikian bunyi laporan tersebut.

Akibatnya, pertumbuhan asupan kalori cenderung moderat.

Komposisi diet mengalami perubahan cepat dengan meningkatnya konsumsi protein.

Khususnya daging dan ikan.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved