Udara Ibu Kota Kotor, Gubernur Anies Akui Punya Data, Sindir PLTU hingga Penjelasan PLN

"Iya enggak apa-apa sih (digugat), memang kotor. Yang ngotorin kita semua. Jadi memang harus ada perubahan." kata Anies.

Udara Ibu Kota Kotor, Gubernur Anies Akui Punya Data, Sindir PLTU hingga Penjelasan PLN
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana gedung perkantoran di Jakarta, TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui udara DKI Jakarta kotor.

Dilansir dari Kompas.com, Anies Baswedan memaklumi jika ada kelompok yang ingin menggugatnya terkait kondisi itu.

"Iya enggak apa-apa sih (digugat), memang kotor. Yang ngotorin kita semua. Jadi memang harus ada perubahan. Kan yang ngotorin bukan PNS," kata Anies di Lapangan Banteng, Minggu (14/4/2019).

Anies menyebut salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta adalah kendaraan bermotor.

Ia berharap masyarakat memiliki kesadaraan untuk beralih ke transportasi umum yang ramah lingkungan.

"Ke depan kita arahkan tidak lagi menggunakan (kendaraan) dengan sumber energi yang polusinya tinggi. Kami malah ingin bebas polusi," ujar dia.

Gubernur DKI Jakarta Utara, Anies Rasyied Baswedan saat menghadiri pemberian dua ribu paket sambako untuk warga RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (3/6/2019).
Gubernur DKI Jakarta Utara, Anies Rasyied Baswedan saat menghadiri pemberian dua ribu paket sambako untuk warga RW 05 Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (3/6/2019). (TribunJakarta.com/Afriyani Garnis)

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membuka pos pengaduan untuk calon penggugat dalam gugatan warga negara terkait pencemaran udara di Jakarta yang sudah di luar ambang batas.

Pengacara publik LBH Jakarta, Ayu Eza Tiara mengatakan, pos pengaduan dibuka selama satu bulan, terhitung sejak 14 April 2019 hingga 14 Mei 2019.

"Melalui pembukaan pos pengaduan ini diharapkan setiap warga Jakarta atau warga di luar Jakarta yang sehari-hari menghabiskan harinya di Jakarta dapat berperan dalam upaya perbaikan kualitas udara di Jakarta yang sudah tercemar oleh berbagai macam polutan," kata Ayu di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (14/4/2019).

Ayu menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara Jakarta sudah di luar ambang batas sehingga dapat merusak kesehatan setiap orang yang menghirup udara Jakarta.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved