Pemilu 2019

Ahli Waris Anggota KPPS di Jakarta Timur Berharap Dana Santunan dari KPU Segera Cair

Dia mencontohkan anaknya yang merupakan tulang punggung keluarga bagi menantu dan cucunya yang masih berusia empat tahun.

Ahli Waris Anggota KPPS di Jakarta Timur Berharap Dana Santunan dari KPU Segera Cair
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Tabur bunga bersama di Bundaran HI sebagai bentuk dukacita terhadap anggota KPPS yang meninggal dunia, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebanyak 17 ahli waris anggota KPPS di Jakarta Timur yang meninggal dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 hingga kini belum menerima dana santunan yang dijanjikan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Ali Azhari (61) ayah almarhum anggota KPPS di TPS 68 Kelurahan Rawa Bunga, Ahmad Farhan (34) berharap pemerintah segera menyerahkan dana santunan kepada ahli waris.

Ali yang pada Pemilu 2019 lalu merupakan Ketua KPPS di TPS 68 menyebut dana santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terlibat sebagai penyelenggara.

"Saya berharap pemerintah untuk memperhatikan keluarga korban, apalagi pemerintah sudah berjanji menyerahkan dana santunan kepada ahli waris," kata Ali di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019).

Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal di Jakarta Timur Belum Terima Dana Santunan

Ali menyesalkan ahli belum cairnya dana santunan mengingat banyak pahlawan demokrasi yang gugur itu merupakan tulang punggung keluarganya masing-masing.

Dia mencontohkan anaknya yang merupakan tulang punggung keluarga bagi menantu dan cucunya yang masih berusia empat tahun.

"Istri anak saya sehari-harinya bantu jualan gorengan, memang dari keluarga menantu juga dari keluarga kurang mampu. Jadi kalau bisa dana santunan segera diserahkan," ujarnya.

Selain kebutuhan hidup sehari-hari, putra Farhan atau cucu Ali, Zaki Muaiayyat (4) juga masih dalam tahap pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan gizi yang layak.

Sementara honor almarhum anaknya sebagai anggota KPPS yang sudah dipotong pajak jadi Rp 470 ribu tentu tak dapat memenuhi kebutuhan hidup dalam waktu lama.

"Istri anak saya juga berharapnya dana santunan segera turun, karena anak dia, cucu saya itu masih minum susu formula. Jadi butuh uang untuk beli," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU DKI Betty Epsilon Idroos membenarkan belum seluruh alih waris anggota KPPS jajaran KPU DKI mendapat dana santunan.

Betty menyebut sejumlah alih waris anggota KPPS jajaran KPU DKI sudah menerima dana santunan, namun dia mengaku tak mengingat pasti jumlahnya.

"Sudah ada (yang menerima santunan). Tapi belum semua karena proses verifikasi masih jalan," kata Betty, Senin (10/6/2019). 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved