Pemilu 2019

Bendahara Partai Kabur, Kasus Serangan Fajar yang Diduga Libatkan Caleg DPRD DKI Dihentikan

kaburnya SN berdampak besar dalam penyelidikan kasus karena keterangan saksi

Bendahara Partai Kabur, Kasus Serangan Fajar yang Diduga Libatkan Caleg DPRD DKI Dihentikan
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Setelah kasus dugaan serangan fajar di Kelurahan Cipinang Melayu dihentikan jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bawaslu Jakarta Timur kembali harus menelan pahit.

Kerja keras penyelidikan kasus dugaan serangan fajar di RW 10 Kelurahan Lubang Buaya yang diduga melibatkan Caleg DPRD petahana kader PPP berinisial MNT kini juga dihentikan jaksa.

Uang Rp 25 juta sisa pembagian, bukti tanda terima, dan kesaksian sejumlah koordinator pembagian uang jadi tak berarti karena SN selaku bendahara DPC PPP Jakarta Timur melelarikan diri.

Ketua Bawaslu Jakarta Timur Sakhroji mengatakan kaburnya SN berdampak besar dalam penyelidikan kasus karena keterangan saksi menyatakan uang Rp 142 juta berasal dari dia.

"Kasusnya dihentikan jaksa karena SN kabur, sedangkan keterangan saksi menyatakan kalau uang itu yang diberikan SN. Dia bendahara partai tingkat kota PPP," kata Sakhroji di Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019).

Selain SN, JL yang merupakan Ketua KPPS satu TPS di RW 10 sekaligus sodok yang menerima uang lalu dari SN juga kabur setelah menjalani pemeriksaan awal.

Upaya penyidik Satreskrim Polres Jakarta Timur meringkus SN dan JL hingga ke Kota Tasikmalaya dan Bogor pun gagal sehingga jaksa menyatakan proses hukum tak dapat dilanjutkan.

"Keduanya sudah coba dikejar, sampai ke Tasikmalaya tapi enggak dapat. Dicoba lacak nomor handphonenya ada di Bogor, tapi pas dicari enggak ketemu juga," ujarnya.

Sakhroji menjelaskan proses hukum dihentikan karena dalam Sentra Gakkumdu jaksa merupakan pihak yang berwenang menuntut mereka di meja hijau.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved