Lebaran 2019

H+5 Lebaran, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Keluhkan Sepi Pembeli

Dia mengaku heran dagangannya sepi pembeli mengingat harga bengkoang stabil atau Rp 5 ribu per kilogram dan Rp 6 ribu per kilogram kualitas baik

H+5 Lebaran, Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Keluhkan Sepi Pembeli
TribunJakarta/Bima Putra
Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Masih sepinya aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur hingga H+5 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah diiringi merosotnya omzet pedagang.

Satu pedagang yang mengalami di antaranya Amas Jalu (40), pedagang bengkoang di Pasar Induk Kramat Jati yang sejak H+2 lebaran memilih tak libur berdagang.

"Enggak ada yang beli, kalau pun ada yang beli paling dalam jumlah sedikit. Biasanya pada beli 50 kilogram lebih, tapi sekarang paling di bawah 10 kilogram," kata Jalu di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (11/6/2019).

Dia mengaku heran dagangannya sepi pembeli mengingat harga bengkoang stabil atau Rp 5 ribu per kilogram dan Rp 6 ribu per kilogram untuk kualitas yang baik.

Sejak pertengahan bulan Ramadan lalu, Jalu menyebut harga bengkoang di Pasar Induk Kramat Jati terbilang stabil bila dibanding komoditas lain.

"Naik enggak sampai Rp 1 ribu, stabil lah harganya. Beberapa hari sebelum lebaran memang pembeli sudah banyak berkurang, sampai habis lebaran ini makin berkurang," ujarnya.

Jalu mencontohkan tumpukan bengkoang di lapaknya yang merupakan pasokan sejak H+2 lebaran namun hingga kini belum sepenuhnya ludes dibeli.

Padahal, di hari biasa hanya butuh waktu satu hingga dua hari sampai seluruh dagangannya diborong pembeli yang kebanyakan juga merupakan pedagang.

"Biasanya setiap datang barang baru itu dalam sehari habis, dua hari lah maksimal. Ini stok barang dari Sabtu saja belum habis-habis. Makannya belum ambil stok lagi," tuturnya.

Jaya (58), pedagang ubi merah juga mengeluhkan pendapatnya yang mulai turun sejak H-7 lebaran namun hingga kini belum berangsur normal.

1 Hari Lagi, Bazar Ramadan di Area Gedung Planet Sports Asia Bakal Berakhir

Konferensi Perdamaian: Vatikan Dukung Alumni Cipayung, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir di Jakarta

Momen Kedekatan Dewi Perssik Dan Sang Ayah, Anak Bungsu yang Selalu Dinantikan

Padahal sejak H+2 lebaran dia memilih berdagang dengan harapan dapat menambah pemasukan selagi kebanyakan pedagang mudik.

"Harga enggak naik tapi sepi pembeli, 1 kilogram tetap Rp 5 ribu. Mungkin sepi karena masih pada mudik juga ya, kalau pun ada yang beli pasti enggak banyak. Jadi seperti dagang di pasar kecil saja, bukan di pasar induk," kata Jaya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, geliat pertukaran uang di Pasar Induk Kramat Jati terbilang minim karena banyak lapak pedagang yang ditinggal mudik.

Sejumlah pedagang bahkan masih tampak berhalalbihalal, menandakan mereka baru saja berjumpa di H+5 hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved