Pemilu 2019

Keluarga Sesalkan Pihak yang Politisasi Peristiwa Ratusan Anggota KPSS Meninggal Dunia

Dia menilai pihak yang mempolitisir meninggalnya ratusan anggota KPPS seperti mencari-cari kesalahan KPU RI dan pihak lain.

Keluarga Sesalkan Pihak yang Politisasi Peristiwa Ratusan Anggota KPSS Meninggal Dunia
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Tabur bunga bersama di Bundaran HI sebagai bentuk dukacita terhadap anggota KPPS yang meninggal dunia, Minggu (28/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Ali Azhari (61), ayah almarhum Ahmad Farhan (34), anggota KPPS TPS 68 Kelurahan Rawa Bunga menyesalkan sikap sejumlah pihak yang mempolitisir meninggalnya ratusan anggota KPPS.

Menurutnya seluruh keluarga anggota KPPS menerima takdir bahwa mereka kehilangan anak, istri, dan ayah yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Saya berharap kepada semua pihak, baik 01 dan 02 untuk tidak dibesar-besarkan. Seperti mencari kesalahan yang tidak mungkin ketemu. Semua kembali lagi ke takdir," kata Ali di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (11/6/2019).

Dia menilai pihak yang mempolitisir meninggalnya ratusan anggota KPPS seperti mencari-cari kesalahan KPU RI dan pihak lain.

Ali mempertanyakan bukti yang mendasari sejumlah pihak menyebut kematian ratusan anggota KPPS usai bertugas sebagai hal yang tak wajar.

Dana Santunan Belum Cair, Keluarga Anggota KPPS Batal Gelar Tahlilan 40 Hari

"Menurut saya itu hanya mencari kesalahan dari KPU, enggak ada gunanya. Kecuali ada bukti, kan secara hukum kan harus ada dua bukti baru bisa diproses," ujarnya.

Pria yang menjadi Ketua KPPS di TPS 68 tempat anaknya bertugas ini mengakui pernah dihubungi satu LSM yang berniat menyelidiki kematian Farhan.

Namun, sebelum bertemu dengan anggota LSM tersebut Ali tegas menolak tawaran dan meminta LSM yang bersangkutan tak menyambangi rumahnya.

"Ada LSM yang mau datang ke rumah, mau bantu penyelidikan katanya. Saya bilang enggak perlu. Saya juga pendukung satu paslon, tapi kalau sampai menyudutkan pihak lain saya enggak mau," tuturnya.

Ali menolak kedatangan LSM karena mereka hendak membongkar makam anaknya lalu melakukan autopsi guna guna memastikan dugaan mereka.

Ahli Waris Anggota KPPS di Jakarta Timur Berharap Dana Santunan dari KPU Segera Cair

Dia yakin seluruh ahli waris anggota KPPS yang meninggal menolak makam keluarganya dibongkar karena sudah ikhlas dengan nasib.

"Kalau ada pihak yang terus 'menggoreng' isu anggota KPPS meninggal tidak wajar itu seperti mengorek luka lama. Keluarga yang tadinya sudah ikhlas jadi sedih lagi," kata Ali. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved