Planetarium Jakarta Ingin Beri Kesan Berbeda Kegiatan Peneropongan Benda Langit

Bulan Juni ini objek yang dapat diamati adalah bulan dan si planet raksasa gas yaitu Jupiter.

Planetarium Jakarta Ingin Beri Kesan Berbeda Kegiatan Peneropongan Benda Langit
Tribunnews/Jeprima
Petugas saat mempersiapkan beberapa Teleskop untuk melihat Gerhana Bulan Total di Planetarium, TIM, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). Pihak Planetarium akan menyediakan 16 Teleskop, 9 diantaranya untuk para masyarakat yang ingin melihat fenomena super blue blood moon, hingga saat ini sebanyak 5563 orang yang sudah mendaftar online untuk melihat gerhana bulan dari Planetarium. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Selama enam hari yaitu tanggal 10,11,12, 13, 14 dan 17 Juni 2019 Planetarium Jakarta menggelar kegiatan peneropongan benda langit yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.

Bulan Juni ini objek yang dapat diamati adalah bulan dan si planet raksasa gas yaitu Jupiter.

Widya Sawitar selaku Staf Pertunjukan dan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, mengatakan bahwa kegiatan tersebut biasa disebut sebagai peneropongan benda langit untuk umum.

"Dalam setahun ini kami lakukan selama 42 kali dalam 42 hari dan difokuskan pada musim kemarau, sebulan kira-kira 6-7 kali," tutur pria yang akrab disapa Wid tersebut kepada TribunJakarta.com, Selasa (11/06/2019).

Giat tersebut diefektifkan saat hari kerja saja, namun Pak Wid menyebut dikecualikan jika pada akhir pekan ada fenomena khusus maka akan ada peneropongan benda langit untuk umum di Planetarium Jakarta.

"Untuk Juni ini kita mulai dari hari Senin hingga Jumat dan disambung lagi Senin selanjutnya. Kenapa weekend ngga ada, karena kita efektifkan hari kerja. Kecuali kalau memang ada fenomena khusus seperti gerhana ya. Kita ini rutin," sambung Pak Wid.

Mengenai jumlah pengunjung sendiri pihak Planetarium hanya membatasi pendaftaran hingga pukul 19.30 WIB saja.

"Kita susah memprediksi jumlah pengunjung. Misal hari ini banyak tetapi belum tentu besok banyak atau bahkan dua kali lipat," kata Wid.

Tahun ini akan ada gerhana matahari di Desember dan September ada konjungsi planet yang artinya Planetarium Jakarta akan lebih banyak dikunjungi.

Halaman
12
Penulis: Lita Febriani
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved