Wali Murid Kecewa Sistem PPDB SMA Tak Mensyaratkan Nilai: Untuk Apa Ada UN?

Sunarko, wali murid lainnya bahkan heran kalau sistem zonasi tanpa mempertimbangkan nilai benar-benar diterapkan.

Wali Murid Kecewa Sistem PPDB SMA Tak Mensyaratkan Nilai: Untuk Apa Ada UN?
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Sejumlah wali murid saat mencari informasi soal PPDB di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (11/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA- Sejumlah wali murid kecewa dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA yang tidak mensyaratkan nilai.

Seperti diketahui, sistem penerimaan pelajar SMA hanya berdasarkan zonasi, jarak rumah dan sekolah, prestasi dan mutasi.

Presentasinya: zonasi 90%, jalur prestasi 5 % dan jalur mutasi atau pindah wilayah 5%.

Lina, salah satu wali murid mengatakan sistem zonasi tanpa kompetisi nilai membuat murid malas belajar.

Ia mempermasalahkan sistem zonasi tersebut dan korelasinya dengan ujian nasional.

"Tidak menggunakan nilai UN ya. Kenapa ada UN ya, untuk apa ada UN. Jadi kita enggak ada kompetisi dong. Bobrok dong pendidikan," ujar Lina saat mencari informasi soal PPDB di SMAN 7 Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (11/6/2019).

Ia berharap sistem zonasi itu diganti agar menghidupkan kembali senagat belajar murid.

PKL dan Sopir Bajaj Beri Alasan Beragam Soal Mangkal di Trotoar

Zodiak yang Tidak Suka Perubahan, Bagi Libra Itu Mengganggu

Cedera Otot, Bruno Matos Dapat Penanganan Serius dari Tim Dokter Persija Jakarta

"Biar anak- anak belajar juga semangat," ujarnya.

Sunarko, wali murid lainnya bahkan heran kalau sistem zonasi tanpa mempertimbangkan nilai benar-benar diterapkan.

"Ternyata isu yang enggak pakai nilai itu, bukan cuma isu," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved