Breaking News:

Lebaran 2019

Kinerja Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Redam Gejolak Politik

Kenaikan harga pangan yang terjadi selama bulan Ramadan masih dalam konteks yang wajar karena ada peningkatan permintaan.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Penjual sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir Juanda Bekasi Timur. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana juga mengakui terjadinya kestabilan harga pangan saat bulan suci Ramadan dan hari raya Lebaran ini.

Hal tersebut, diketahuinya dari hasil kunjungan yang dilakukan anggota dewan di beberapa pasar.

Meski stabil, Azam melanjutkan, daya beli masyarakat lebih rendah dibandingkan saat bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri 2018.

Diakuinya, situasi ini secara tak langsung berpengaruh dengan stabilitas politik Indonesia.

Stabilitas harga pangan ini terutama bisa meredam gejolak politik pascapengumuman pemenang Pemilu oleh KPU pada 21 Mei 2019 lalu.

"Sebab, stabilitas pangan goyang. maka akan menaikkan eskalasi politik. Tapi buktinya tidak, masyarakat tenang," katanya.

Di kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan harga-harga kebutuhan pangan terkendali dan stabil pada periode Ramadhan dan Lebaran 2019.

Enggar mengatakan, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan menjadi salah satu alasan kestabilan harga-harga pada periode ini, meski terdapat peningkatan permintaan.

Usai Libur Lebaran, Aktivitas Perdagangan di Pasar Baru Jakarta Pusat Mulai Normal

 "Ketersediaan dan pengendalian harga akan terus berlangsung sampai sepanjang tahun. Kita betul-betul membuat keseimbangan suppy and demand," kata Menteri Enggar

Enggar mengakui, adanya kenaikan beberapa harga bahan kebutuhan pokok, meski dalam tataran normal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved