Breaking News:

Lebaran 2019

Kinerja Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Redam Gejolak Politik

Kenaikan harga pangan yang terjadi selama bulan Ramadan masih dalam konteks yang wajar karena ada peningkatan permintaan.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Penjual sejumlah kebutuhan pangan di Pasar Baru Bekasi Jalan Ir Juanda Bekasi Timur. 

Pengamat politik Ray Rangkuti mengamati ketiadaan lonjakan harga di pasaran jelang hari raya selama 3 tahun belakangan, merupakan hal yang dapat dinikmati oleh masyarakat beberapa tahun belakangan ini.

Menurutnya, capaian atas harga bahan pangan yang stabil itu merupakan hasil pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.

Dengan demikian, pemerintah dapat memberikan kepastian harga yang terjangkau bagi masyarakat.

"Tidak bisa hal ini dipandang hanya untuk menjaga kondisifitas kekinian saat ini, yakni pascapemilu. Ini hasil pembenahan," ujarnya.

Pandangan sama dikemukakan pula oleh Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Menurut Tulus, kenaikan harga-harga komoditas pangan memang tetap terjadi jelang Lebaran, tapi diamatinya masih dalam batas rasional.

“Dalam kondisi Ramadan dan menjelang Lebaran, distribusi menjadi kunci. Banyak yang mau lebaran di kampung, kemudian para pedagang juga banyak mudik. Pasti efeknya ke harga-harga yang kemudian naik. Ada semacam ‘ongkos lebaran’ yang harus dibebankan ke konsumen,” ujar Tulus.

Tulus mengatakan, upaya pemerintah sudah cukup baik meski belum maksimal.

Demi mengendalikan harga saat Ramadan dan Idulfitri, kata dia, pemerintah ke depannya harus menata jalur distribusi.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved