Polisi Buru Dua Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Kawasan Lubang Buaya

EG berhasil diringkus setelah sepeda motor yang dinaiki bersama seorang temannya yang berhasil melarikan diri menghantam angkot di Jalan Albaidho

Polisi Buru Dua Pelaku Curanmor yang Kerap Beraksi di Kawasan Lubang Buaya
Google
Ilustrasi Aksi Pencurian Motor 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - ES (25), pelaku pencurian sepeda motor di Jalan Albaidho Kelurahan Lubang Buaya pada Selasa (11/6/2019) yang diringkus warga dan membantah perbuatannya kini berbalik mengakui aksinya.

Kapolsek Cipayung Kompol Darmo Suharto mengatakan pemuda asal Bekasi yang kini meringkuk di tahanan Mapolsek Cipayung mengaku nekat mencuri sepeda motor warga karena faktor ekonomi.

"Pengakuannya baru pertama kali mencuri dan bukan residivis. Alasan mencuri karena faktor ekonomi," kata Darmo di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (12/6/2019).

Darmo menuturkan penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung kini berupaya memburu dua rekan ES yang berhasil melarikan diri ke arah Jalan Haji Juhaman.

Termasuk satu rekan pelaku yang berhasil melarikan diri ke permukiman setempat setelah mengelabui warga dengan cara meneriaki EG dan pelaku lainnya maling.

"Pelaku sudah memberi keterangan tentang rekan pelaku yang kabur, anggota sekarang masih melakukan pengembangan dan mengejar pelaku," ujarnya.

Jokowi Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya EG dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberetan dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun penjara.

EG berhasil diringkus setelah sepeda motor yang dinaiki bersama seorang temannya yang berhasil melarikan diri menghantam angkot di Jalan Albaidho.

Zakaria (45), warga sekitar yang berada di lokasi saat menyebut EG gagal melarikan karena tubuhnya tertindih sepeda motor yang dikemudikannya sendiri.

"Pelaku satunya neriakin temannya maling, jadi maling teriak maling. Dia pura-pura jadi warga terus ikut ngejar, padahal lari ke arah rumah warga. Warga juga sadarnya telat," tutur Zakaria.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved