Reptil yang Masuk Ke Permukiman Warga Tidak Bersifat Menyerang, Ini Penjelasan Dokter Hewan

Terutama pada musim penghujan, kemungkinan reptil untuk masuk ke rumah warga lebih besar karena hewan melata tersebut mencari tempat yang lembab.

Reptil yang Masuk Ke Permukiman Warga Tidak Bersifat Menyerang, Ini Penjelasan Dokter Hewan
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
dr Muhammad Pitter Kombo di klinik hewan area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (12/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI- drh Muhammad Pitter Kombo (32) mengungkapkan reptil yang masuk ke permukiman warga bukan untuk menyerang.

Usai memberikan tips menangani reptil yang masuk ke permukiman warga, Kombo yang merupakan kepala unit Taman Reptil dan Taman Burung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengatakan reptil seperti ular tidak bersifat menyerang melainkan mencari sumber pakan, ketika memasuki permukiman.

"Permasalahan ular yang masuk ke permukiman warga, baik berbisa maupun tidak. Lebih ke arah mencari sumber pakan ketimbang menyerang manusia. Seperti tikus yang memang biasa hidup di tempat kotor," katanya pada TribunJakarta.com, Rabu (12/6/2019).

Tikus yang biasa hidup ditempat kotor merupakan tempat yang paling dicari oleh ular.

Terutama pada musim penghujan, kemungkinan reptil untuk masuk ke rumah warga lebih besar karena hewan melata tersebut mencari tempat yang lembab.

Usai Lebaran, Harga Jengkol di Bekasi Naik Dua Kali Lipat

Warna Warni Sheet Pile Danau Sunter Kini Memudar

Sempat Roboh dan Diperbaiki, Komedi Putar di Arena PRJ Telah Beroperasi Kembali

"Biasanya pada musim penghujan semua saluran air dibanjiri dengan air, reptil memiliki metabolisme yang lambat dan tidak bisa menghangatkan tubuhnya maka akan menjadi tempat yang lembab seperti atap rumah," lanjutnya.

Untuk itu, para masyarakat harus menjaga lingkungan terutama kondisi rumah untuk selalu bersih.

Sebisa mungkin tidak mengumpulkan barang yang memang tidak akan digunakan lagi untuk mengurangi tempat kotor yang bisa mengundang tikus untuk berada di area tersebut.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved