Sehari Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Begini Kondisi Rumah yang Diduga Kediaman Habil Marati

Itu adalah alamat yang ditunjukkan Polisi saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, kemarin.

Sehari Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Begini Kondisi Rumah yang Diduga Kediaman Habil Marati
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Kondisi rumah yang diduga tempat tinggal tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei Habil Marati, di Jalan Metro Kencana IV, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Polisi telah menetapkan politisi PPP Habil Marati sebagai tersangka kasus kerusuhan 21-22 Mei pada Selasa (11/6/2019).

Pria berusia 56 tahun itu diduga berperan sebagai donatur pembelian senjata api ilegal untuk membunuh empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Sehari usai penetapannya sebagai tersangka, TribunJakarta.com coba menelusuri kediaman Habil di Jalan Metro Kencana IV SA 33 No 18 RT 05/RW 015, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Itu adalah alamat yang ditunjukkan Polisi saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, kemarin.

Dari hasil penelusuran, rumah yang diduga tempat tinggal Habil tersebut tampak megah.

Rumah itu memiliki pagar berwarna coklat dengan tinggi sekitar tiga meter.

Bangunan tiga tingkat itu tampak asri lantaran dikelilingi sejumlah pepohonan hijau. Di halaman rumah terdapat satu mobil yang sedang terparkir.

Pantauan TribunJakarta.com, kondisi rumah terlihat sepi. Hanya ada satu orang yang berjaga di halaman rumah.

Penjaga rumah bernama Ferry itu pun mengaku tak terlalu mengetahui tentang sosok Habil. Ia juga tidak tahu ketika Polisi menangkap Habil di rumahnya.

VIDEO Wahana Komedi Putar di PRJ Sudah Bisa Dinaiki Pengunjung

"Saya baru di sini, baru empat hari. Saya juga cuma infal, yang beneran kerja di sini istri saya," kata Ferry.

Meski terlihat sepi, Ferry mengatakan beberapa orang berada di dalam rumah tersebut.

"Kayaknya lima orang lebih deh. Saya nggak tahu pasti, saya kan nggak boleh naik. Cuma boleh di sini saja. Kalau mau makan saja dianter kebawah," tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Bianca enggan berbicara banyak soal rumah tersebut.

"Saya nggak mau komentar apa-apa," katanya melalui telepon yang dihubungkan oleh sekuriti rumahnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved