Usai Lebaran, Harga Jengkol di Bekasi Naik Dua Kali Lipat

Menurut pedagang jengkol, Maman Kusnadi (19) bahwa harga merangkak naik jengkol ini memang sudah terjadi sejak H+1 Lebaran hingga kini.

Usai Lebaran, Harga Jengkol di Bekasi Naik Dua Kali Lipat
Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri  
Harga jengkol lebih mahal dari biasanya di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (12/6/2019).  

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Harga jengkol di Pasar Baru Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, naik nyaris dua kali lipat pada pasca Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

Jengkol yang biasa dijual berharga Rp 40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 80.000 per kilogram pada H+7 Lebaran atau Rabu (12/6/2019).

Menurut pedagang jengkol, Maman Kusnadi (19) bahwa harga merangkak naik jengkol ini memang sudah terjadi sejak H+1 Lebaran hingga kini.

Pedagang jengkol di Pasar Baru Bekasi pada Selasa (4/6/2019)
Pedagang jengkol di Pasar Baru Bekasi pada Selasa (4/6/2019) (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

“Sebelum Lebaran harga masih stabil, tapi setelah Lebaran mulai pada naik dua kali lipat biasanya Rp 40.000 tapi sekarang udah Rp 80.000 harga jengkol,” keluhnya saat berbincang, yang ditemui di Pasar Baru Bekasi.

Kata dia, dengan kenaikan harga tersebut membuat peminat konsumen mulai berkurang, dan bahkan terbilang pemasukan omzetnya semakin berkurang.

“Ya dampak penjualan jengkol, omzetnya jadi sedikit lebih menurun setelah lebaran ini. Jadi mungkin langka setelah lebaran jengkol itu kali itu ya, dan distributor jadi macet,” jelasnya.

Namun begitu, ia juga tetap  masih bersyukur peminat jengkol tetap ada meski harganya saat ini tengah melonjak cukup tajam.

“Bersyukurnya masih ada yang membeli karena itu sih kembali lagi sama konsumennya ya emang dia minat buat dibeli pasti dibeli tapi ada juga yang komplain ‘ko mahal?’ ya gimana lagi semua bahan makanan naik setelah lebaran,” ucap dia.

Pedagang jengkol lainnya, Maksum Prihastanto (40), menambahkan, harga jengkol memang sudah naik dari penjual besar di Pasar Cibitung.

Dia mengaku, hanya mengambil keuntungan sedikit sekitar Rp 10.000 per kilogram dari penjualan jengkol.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved